Kamis, 22 Mei 2014

JalKul

Sangat mengesankan ketika aq melihat jalan yang bersusun lima, ketika melihat jalan di atas jurang, melewati gunung yang menjurang tinggi. Ketakutan bercampur dengan rasa girang yang  membuat aku semakin kacau. Melihat bus yang jatuh ke dasar jurang, membuatku bertanya " Apakah perjalanan berakhir dengan tragis? " Semua orang mengucapkan lafadz "La haula wala quwata illa billah" seiring dengan berjalanya bus mendaki gunung. Tangis dan jeritpun merasuk ke dalam jiwa masing-masing orang membuat suasana semakin genting. Ketika sampai ditempat tujuan terbayar sudah semua capek dan penat yang dialami. Perjalanan masih harus dilanjutkan dengan menaiki tangga sejauh 2 Km. Di tepi jalan terlihat masyarakat menjajakan jualannya. Baju, makanan, minuman dan suvenir tertata rapi dan harga yang sangat murah membuat mataku tercengang melihatnya. kaki sudah tidak kuat lagi untuk berjalan dan keringat yang bercucuran menambah semangatku untuk segera sampai ke puncak gunung. Air yang sangat dingin adalah penawar keletihan. aku segera mandi dan menuju tempat dimana keluargaku menunggu. tiba di situ Romo memanggil unutk segera naik. Subhanallah ratusan orang berada ditempat itu dengan dzikir menambah suasana ke khusukan semkain menjadi. lantunan ayat Allah yang dibaca dengan merdu membayar semua perjuangan yang dialami. Awan menutupi gedung menjadi bukti kalau aku sampai di Makam Sunan Muria " kanjeng sunan Umar Sayid "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar