Kamis, 22 Mei 2014

JalKul

Sangat mengesankan ketika aq melihat jalan yang bersusun lima, ketika melihat jalan di atas jurang, melewati gunung yang menjurang tinggi. Ketakutan bercampur dengan rasa girang yang  membuat aku semakin kacau. Melihat bus yang jatuh ke dasar jurang, membuatku bertanya " Apakah perjalanan berakhir dengan tragis? " Semua orang mengucapkan lafadz "La haula wala quwata illa billah" seiring dengan berjalanya bus mendaki gunung. Tangis dan jeritpun merasuk ke dalam jiwa masing-masing orang membuat suasana semakin genting. Ketika sampai ditempat tujuan terbayar sudah semua capek dan penat yang dialami. Perjalanan masih harus dilanjutkan dengan menaiki tangga sejauh 2 Km. Di tepi jalan terlihat masyarakat menjajakan jualannya. Baju, makanan, minuman dan suvenir tertata rapi dan harga yang sangat murah membuat mataku tercengang melihatnya. kaki sudah tidak kuat lagi untuk berjalan dan keringat yang bercucuran menambah semangatku untuk segera sampai ke puncak gunung. Air yang sangat dingin adalah penawar keletihan. aku segera mandi dan menuju tempat dimana keluargaku menunggu. tiba di situ Romo memanggil unutk segera naik. Subhanallah ratusan orang berada ditempat itu dengan dzikir menambah suasana ke khusukan semkain menjadi. lantunan ayat Allah yang dibaca dengan merdu membayar semua perjuangan yang dialami. Awan menutupi gedung menjadi bukti kalau aku sampai di Makam Sunan Muria " kanjeng sunan Umar Sayid "

Selasa, 01 Oktober 2013

Essay

Retno Widyastuti: “Contoh Essays Berhasil untuk Beasiswa”

Retno WidyastutiAlhamdulillah… Perjuangan saya untuk melanjutkan studi terjawab pada 18 Mei 2012 lalu. Aplikasi saya untuk menuntut ilmu di Formosa diterima :D . MaasyaAllah…
Sekedar berbagi pengalaman dan cerita. Niat saya untuk melanjutkan studi telah saya mantapkan sejak setahun yang lalu. Maka, dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, saya persiapkan segalanya; tes TOEFL, research plan, motivation letter, dsb.
Sekitar bulan Februari 2012, seorang kawan menginformasikan kepada saya perihal Taiwan Scholarship. Karena saya memang berminat dengan regional Asia Timur, jadilah saya bersemangat 45 untuk melanjutkan studi di sana.
Untuk aplikasi beasiswa Taiwan, para pelamar diminta untuk mendaftar ke universitas di salah satu Universitas di Taiwan. Aplikasi ini dilakukan secara terpisah. Setelah beberapa waktu meriset, jadilah saya menetapkan hati untuk studi di International Master’s Program in Asia Pacific Studies (IMAS) di National Chengchi University (NCCU) yang terletak di Taipei.
Setelah berjibaku dengan segala kelengkapan dan persyaratannya, alhamdulillah pada 30 Maret 2012 saya bisa mengirimkan aplikasi ke NCCU tepat waktu. Dan, akhirnya, Alhamdulillah, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Hasil seleksi penerimaan mahasiswa NCCU diumumkan pada 18 Mei 2012, dan syukur tak terkira, nama saya tercantum di daftar tersebut :) .
Dan kejutan dari Nya berlanjut. Tiga hari setelah pengumuman NCCU, saya mendapat email pemberitahuan dari komite Taiwan Scholarship, bahwa saya menjadi salah satu kandidat penerima Taiwan Scholarship 2012. Alhamdulillah…
InsyaAllah, saya akan berangkat ke Taipei dan memulai perkuliahan saya akhir Agustus 2012 nanti. Mohon doanya supaya lancar persiapannya segala sesuatunya :)
Nah, di dalam postingan ini, izinkan saya untuk berbagi contoh esai yang saya kirimkan ke Admission Office of National Chengchi University (NCCU), Taipei. Esai yang diminta NCCU, terdiri dari 3 pertanyaan.
Tentunya, hampir semua aplikasi universitas maupun beasiswa akan meminta hal yang sama; motivation letter dan sejenisnya. Maka, semoga tulisan saya ini dapat memberikan gambaran untuk rekan-rekan yang sedang atau akan mengajukan aplikasi.
Oya, imho, apabila membuat motivation letter, buatlah se-personal mungkin. Karena masing-masing orang memiliki kekhasannya. Jadi, tiap orang “semestinya” memiliki motivasi dan pengalaman yang berbeda :) . Sehingga, saat membuatnya, esai kita bukanlah template esai motivasi yang copas dan normatif. Gali dan tanyakanlah pada diri sendiri apa yang menjadi motivasi rekan-rekan untuk studi di sana. Kaitkan dengan pengalaman selama ini dengan life plan kita ke depan :)
Selamat ber-refleksi diri dan menuangkannya dalam bentuk tulisan ya :) ! Mari bersama berjuang dalam menuntut ilmu dan menyebar kemanfaatan darinya :)
***
ESSAYS
1.    Describe your short-term and long-term career goals and explain how your past experience together with an IMAS degree from NCCU will contribute to your achieving them. (1000 words maximum)
My previous education was International Relations (majoring East Asian studies) and post-graduate program of Japanese Studies. Since the beginning, I have strong passion and curiosity on East Asian studies in interdisciplinary context. As we know that this regional has a very great history of civilization. Furthermore, many scholars mentioned that the countries in this region will be the next world’s main power as it shows many developments in many sectors; not only in the term of “hard diplomacy” but also the “soft diplomacy”. To support this passion, I also learned Chinese, Japanese and Korean language for helping me to communicate and understand the society in this region.
I have very high curiosity and passion on how international people relate each other through many kinds of interaction, communication and cooperation in the term of interdisciplinary studies. Furthermore, in this globalization era, international relations are not dominated by the state actors anymore but already spread to grass-root actors (multi-track diplomacy). I want to connect and build up my international networks, and also promote Indonesia – Taiwan’s relations through education.
For my career goals, I want to be a lecturer and researcher with East Asian expertise. I have a strong commitment to realize the concepts of education; 1) emphasizing knowledge, 2) growing the maturity and 3) developing the good manners. Of course, to be a good lecturer and commit with those concept, I have to increase my quality of knowledge and research. Beside of being a lecturer and researcher, in the future I want to be the head of international office in my institution. Nowadays, building up and maintaining an international network between the educational institutions is highly needed, especially in this more globalize world. My mid-long term goal is developing the Taiwan-Indonesia’s relations and cooperation, not only in political, economical, and security aspects, but also in cultural aspects.
When I read this program, I found that IMAS NCCU has a comprehensive curriculum on Asia Pacific Studies, specifically in East Asian Studies, that is suitable with my study focus and passion. That is why; I am highly motivated to continue my study in IMAS NCCU Taiwan. Having an IMAS degree from NCCU will help me to broaden my perspective and knowledge, and also increase my capability to be a qualified lecturer and East Asian studies expert. Furthermore, Indonesia and Taiwan relations are still developing and I do hope that in the future it will grow more and more. With my experience studying in IMAS – NCCU Taiwan, it will give me a direct experience and knowledge about Taiwan itself.
2.    Based on your current understanding of the IMAS program curriculum, describe your initial study plan. Among other relevant information, please describe your specific research focus or interest, the rationale or motivation for pursuing your research interest, the relationship between your educational or professional experience and your research interest, courses that are related to your interest, and your plan to complete the program within a reasonable length of time. (1000 words maximum)
I am interested in socio-culture. As for my research, I will focus on ethnic development in China, especially how the government manages the minority issues in north-west region of China. So, I want to learn and do a comprehensive research about this topic during my study in IMAS. The reason why I am interested in this topic is because Indonesia has multi-cultural and multi-ethnic background and there are a lot of conflict which caused by it. To get a better understanding and comprehension, it is important for me to do comparison studies.
Having research in this field will give me a vision about how to manage the minority issue. Furthermore, in my opinion there is some similarity between Indonesia and China on it. By comparing the ethnic issue between Indonesia and China, I hope I can have valuable knowledge and understanding, so that it can be implemented in Indonesia to manage the problems. As for the reason why I choose and conduct this research theme in Taiwan is because of the educational atmosphere in Taiwan that is conducive and supportive.
After seeing the IMAS curriculum, I found some courses that are suitable with my study and research focus. Beside of taking the required courses, I will also take the elective courses that are related to my research. Those courses are:
•    Chinese Philosophy and Religion
•    Ethnic Development of Mainland China
•    International Status of Mainland China
•    Political Development of Mainland China
•    Research Methods in China Studies
•    Spatial Development of Mainland China
•    Social Development of Mainland China
•    Cultural Ethnic Structure of Taiwan
During my stay and study period in Taiwan, I also planning to increase my ability in Chinese language and learn more Chinese culture. As for the length of time, I’m planning to complete my degree in IMAS – NCCU in two years (until mid-year 2014), including for my thesis. Of course, during these two years, I will do my best effort to finish my study on time, without ignoring the quality of my research and study.
3.    Please include any other information that you believe would be helpful to the Admissions Committee in considering your application. (500 words maximum)
I have good academic record and achievement, not only in my bachelor degree time in University of Gadjah Mada but also in master degree in University of Indonesia. I ever joined several international events and conferences in Japan, Turkey, Lao PDR, and Thailand, which gives me adaptability skill in multi-cultural and international atmosphere. It also helps me to increase my ability on using foreign language and communication fluency.
I also join several organizational activities which increase my leadership skill, such as; managing work, adaptability, decision making, and initiating action. In my organization, I am responsible to provide scholarship information to the university students and also give some seminars/ workshop to increase their motivation and courage to study abroad. From it, I learn how to develop and coach others. And from my working experience, I got chance to increase my skill on writing and engaging the public through online and printed media, where I responsible for the communication and content management.
Beside of that, I always interested with something ‘new’ such as cultures. So that’s why, during my study in Taiwan, I’m planning to increase my proficiency in Mandarin. In exchange, I would be very happy for introducing and discussing about my origin country, includes its cultures and languages with other students in NCCU.
Indonesia has many diverse cultures inside herself. There are hundreds of ethnic, local languages, and also various traditional customs which is spread in thousands of islands.
In my opinion, by understanding the other cultures and languages, we can communicate and understand each other which can support the people to people understanding. I’m sure by sharing and discussing, these can help us to broaden our perspective and knowledge. The more experience we will have, the more knowledge we will gain. By gaining more knowledge, we can increase our chance to create a better understanding about others.
With those explanations above, I am sure that I am the suitable candidate for the IMAS program. I hope it can be helpful for the admission committee to consider my application. I am really excited and highly motivated to be the part of IMAS – NCCU, Taiwan.


Sincerely,
Retno Widyastuti


http://motivasibeasiswa.org/2013/02/27/retno-widyastuti/

Minggu, 22 September 2013

Istirahat

Pengertian istirahat
       Istirahat merupakan keadaan yang relaks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan  hanya dalam keadaan tidak beraktifitas, melainkan juga berhenti sejenak. Kondisi tersebut membutuhkan ketenagaan. Kata istirahat berarti menyegarkan diri atau diam setelah melakukan kerja keras , suatu keadaan untuk melepaskan diri dari segala hal yang membosankan, menyulitkan, bahkan menjengkelkan(Musrifatul uliyah dan Aziz alimul hidayat dalam buku KDPK:Salemba medika). Karakteristik istirahat
       Terdapat beberapa karasterist ikistirahat. pada tahun 1967, narrow mengemukakan enam karasteristik yang berhubungan dengan istirahat dengan istirahat (dalam potter dan perry 1997).
Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi
Merasa diterima
Mengetahui apa yang sedang terjadi
Bebas dari gangguan ketidaknyamanan
Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktifitas yang mempunyai tujuan
Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan3   Pengertian tidur
        Tidur merupakan suatu kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensorik yang sesuai (Guyton 1986). Dengan perkataan lain, tidur merupakan suatu
                                                                                                                                                       
keadaan tidak sadarkan diri yang relative bukan hanya keadaan penuh ketenagaan tanpa kegiatan, tetapi lebih kepada suatu urutan siklus yang berulang. Tidur memiliki kesadaran yang bervariasi, terdapatnya perubahan perubahan fisiologis, dan terjadinya penurunan respons terhadap rangsangan dari luar.
         Kebutuhan tidur pada manusia bergantung pada tingkat perkebangan. Tabel berikut ini merangkum kebutuhan tidur manusia berdasarkan usia.
Table  kebutuhan tidur manusia.   

Umur    Tingkat perkembangan    Jumlah kebutuhan tidur      
Bulan    bayi baru lahir    14-18 jam/hari      
1-18 bulan    Masa bayi    12-14 jam/hari      
18 bulan-3 tahun    Masa anak    11-12 jam/hari      
3-6 tahun    Masa prasekolah    11 jam/hari      
6-12 tahun    Masa sekolah    10 jam/hari       
12-18 tahun    Masa remaja    8,5 jam/hari      
18-40 tahun    masa dewasa    7-8 jam/hari      
40-60 tahun    Masa muda paruh baya    7 jam/hari      
60 tahun ke atas    Masa dewasa tua    6 jam/hari   
4  Fisiologi Tidur
         Fisiologi tidur merupakan pengaturan kegiatan tidur yang melibatkan hubungan mekanisme serebral secra bergantian agar mengaktifkan dan menekan pusat otak untuk dapat tidur dan bangun. Salah satu aktifitas tidur ini diatur olwh system pengaktivasi retikulris. System tersebut mengatur seluruh tingkatan kegiatan susunan syaraf pusat, termasuk pengaturan kewaspadaan dan tidur. Pusat pengaturan aktifitas kewaspadaan dan tidur terletak dalam mesensefalon dan bagian atas pons. Dalam keadaan sadar, neuron dalam reticular activating system (RAS) akan melepaskan katekolamin seperti neropineprin. Selain itu, RAS juga dapat menerima stimulasi dari korteks serebri termasuk rangsangan emosi dan proses piker. Pada saat tidur,terdapat
                                                                                                                                                      pelepasan serum serotonin dari sel khusus yang berada di pons dan batang otak tengah, yaitu bulbar synchronizing regional (BSR). Sedangkan saat bangun bergantung dari keseimbangan implus yang diterima dipusat otak dan system limbik. Dengan demikian, system pada batang otak yang mengatur siklus atau perubahan dalam tidur adalah RAS dan BSR.
5   Jenis-jenis tidur
       Berdasarkan prosesnya, terdapat dua jenis tidur.pertama,jenis tidur yang disebabkan oleh menurunnya kegiatan didalam system pengaktivasi retikularis. Jenis tidur tersebut dengan tidur gelombang lambat karena gelombang otaknya sangat lambat, atau disebut tidur nonrapid eye movement (NREM). Kedua jenis tidur tersebut yang disebabkan oleh penyaluran isyarat-isyarat abnormal dari dalam otak, meskipun kegiatan otak mungkin tidak tertekan secara berarti. Jenis tidur yang kedua disebut dengan jenis tidur paradox atau tidur rapid eyem ovement (REM)
Tidur gelombang lambat (slow wave sleep)/nonrapid eye movement (NREM).
Jenis tidur ini dikenal dengan tidur yang dalam,istirahat penuh, dengan gelombang otak yang lebih lambat, atau juga dikenal dengan tidur tidur nyenyak.
Cirri-ciri tidur nyenyak adalah menyegarkan, tanpa impi, atau tidur dengan gelombang delta. Cirri lainnya adalah individu berada dalam keadaan istirahat penuh, tekanan darah menurun, frekuensi nafas menurun, pergerakan bola mata melambat, impi berkurang, dn metabolism turun.
    Perubahan selama proses NREM tampak melalui elektroensefalografi dengan memperlihatkan gelombang otak berada pada setiap tahap tidur NREM. Tahap tersebut, yaitu: kewaspadaan penuh dengan gelombang beta yang berfrekuensi tinggi dan bervoltase penuh dengan gelombang beta diperlihatkan pada gelombang alfa kejenis beta atau delta yang bervoltase rendah dan tidur nyenyak gelombang lambat dengan gelobang delta bervoltase tinggi dan berkecepatan 1-2 per detik


                                                                                                                                      
Tahapan jenis tidur NREM
Tahap I
     Tahap ini adalah tahap transisi antara bangun dan tidur dengan cirri sebagai berikut : rileks, masih sadar dengan lingkungan , merasa mengantuk, bola mata bergerak dari samping ke samping, frekuensi nadi dan napas sedikit menurun, serta dapat bangun sgera selaa tahap ini berlangusng sekitar 5 menit.
Tahap II
     Tahap II merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun dengan ciri sebgai berikut : mata pada umumnya menetap, denyut jantung dan frekuensi napas menurun, temperature tubuh menurun, serta berlangsung pendek dan berakhir 10-15 menit.
Tahap III
      Tahap inimerupakan tahap tidur dengan cirri denyut nadi, frekuensi  napas, dan proses tubuh lainnya lambat. Hal ini disebabkan oleh adanya dominasi sistem syaraf parasimpatis sehingga sulit untuk bangun.
Tahap VI
      Tahap ini merupakan tahap tidur dalam dengan  ciri kecepatan jantung dan pernapasan turun, jarang bergerak,sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung menurun, dan tonus otot menurun

Tidur paradox / tidur rapid eye ovement (REM)
      Tidur jenis ini dapat berlangsung pada tidur malam yang terjadi selama 5-20 menit, rata-rata timbul 90 menit. Periode pertama terjadi selama 80-100 menit. Namun apabila kondisi orang sangat lelah, maka aal tidur sangat cepat bahkan jenis tidur ini tidak ada. Cirri tidur REM adalah sebagai berikut:
Biasanya disertai dengan mimpi aktif
Lebih sulit dibangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM.
Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukkan inhibisi kuat proyeksi spinal atas system pengaktivasi retikularis
Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur
                                                                                                                                                             Pada otot perifer , terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur.
Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan irregular, tekanan darah meningkat atau berfluktuasi, sekresi gaster menigkat, dan metabolisme meningkat.
Tidur ini penting untuk keseimbangan mental, emosi, juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi
6   Fungsi dan tujuan tidur
        Fungsi dan tujuan tidur masih belum di perbarui secara jelas. Meskipun demikian, tidur diduga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Selain itu, stress pada paru-paru, system kardiovaskuler, endokrin, dan lain-lainnya menurun aktifitasnya. Energy yang tersimpan selama tidur diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting. Secara umum terdapat dua efek fisiolegis tidur, pertama efek pada system syaraf yang diperkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara berbagai susunan syaraf. Kedua, efek pada struktur tubuh yang dapat memulihkan kesegaran dan fungsi organ dalam tubuh, karena selaa tidur telah terjadi penurunan aktifitas organ dalam tubuh, karena selama tidur telah terjadi penurunan aktifitas organ-organ tubuh tersebut.
7   Faktor-faktor yang mempengaruhi tidur
        Kwalitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh beberapa factor. Kualitas tersebut dapat menunjukkan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memeperoleh jumlah istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini merupakan factor yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan tidur, antara lain :
  • Penyakit
      Sakit dapat mempengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak penyakit yang dapat memperbesar kebutuhan tidur, seperti penyakit yang disebabkan
oleh inveksi, terutama inveksi limpa. Inveksi limpa berkaitan dengan keletihan, sehingga penderitaannya membutuhkan lebih banyak waktu tidur untuk mengatasinya. Banyak juga keadaan sakit yang menjadikan pasien kurang tidur, bahkan tidak bisa tidur.
  • Latihan dan kelelahan
      Keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur untuk menjaga keseimbangan energy yang telah dikeluarkan. Hal tersebut terlihat pada seseorang yang telah melakukan aktifitas dan mencapai kelelahan. Dengan demikian, orang tersebut akan lebih  cepat untuk dapat tidur karena tahap tidur gelombang lambatnya (NREM) deperpendek.
  • Stress psikologis
      Kondisi stress psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa. Seseorang yang memiliki masalah psikologis akan mengalami kegelisahan sehingga sulit untuk tidur.
  • Obat
     Obat dapat juga mempengaruhi proses tidur. Beberapa jenis obat yang mempengaruhi proses tidur, seperti jenis golongan obat diuretic yang dapat menyebabkan insomnia; antidepresan yang dapat menekan REM; kafein yang dapat meningkatkan syaraf simpatis sehingga enyebabkan kesulitan untuk tidur ; golongan beta bloker dapat berefek pada timbulnya insomnia; dan golongan narkotik dapat menekan REM sehingga mudah mengantuk
  • Nutrisi
      Terpenuhnya kebutuhan nutrisi dapat mempercepat proses tidur konsumsi protein yang tinggi dapat menyebabkan individu tersebut akan mepercepat proses terjadinya tidur Karena dihasilkan triptofan. Triptofan merupakan asam amino hasil perncernaan protein yang dapat membantu kemudahan dalam tidur. Demikian sebaliknya, kebutuhan gizi yang kurang dapat juga mepengaruhi proses tidur, bahkan terkadang sulit untuk tidur
mempercepat proses terjadinya tidur. Sebaliknya, lingkungan yang tidak aman dan nyaman bagi seseorang dapat menyebabkan hilangnya ketenangan sehingga mepengaruhi proses tidur.
  •                                                                                                                                                               Motivasi
        Motivasi merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk tidur, sehingga dapat mempengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya keinginan dapat mempengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya keinginan untuk tidak dapat menimbulkan gangguan proses tidur
8   Gangguan/Masalah kebutuhan tidur
Insomnia
  •        Insomnia merupakan suatu keadaan yang menyebabkan individu tadak mampu mendapatkan tidur yang adekuat,baik secara kualitas maupun kuantitas,sehingga individu tersebut hanya tidur sebebtar atau susah tidur.Insomnia terbagi manjadi tiga jenis yaitu inisial insomnia,intermiten insomnia dan termmional insomnia.Inisial insomnia merupakan ketidak mampuan individu untuk jatuh tidur atau mengawali tidur.intermiten insomnia merupakan ketidak mampuan tetap tidur karena selalu yerbangun pada malam hari.sedangkan terminal insomnia merupakan ketidakmmpuan untuk tidur kembali setelah bangun tidur pada malam hari.Proses gangguan tidur ini kemampuan besar disabkan adanya rasa khawatir dan tekana jiwa.
  • Hipersomnia
        Hipersomnia merupakan gangguan tidur dengan criteria tidur berlebihan.Pada umumnya,lebih dari Sembilan jam pada malam hari,yang disebabkan oleh kemungkinan adanya masalah psikologi,depresan,kecemasan gangguan susunan saraf pusat,ginjal,hati dan gangguan metabolisme.
Parasomnia
  •         Parasomnia merupakan kumpulan beberapa penyakit yang dapat mengganggu pola tidur.Misalnya,somnambulisme(berjalan-jalan dalam tidur)yang banyak terjadi pada anak-anak,Iyaitu pada tahap III dan IV dari tidur NREM.Somnambulisme ini dapat menyebabkan cedera.
  •   Enuresis
       Enuresis merupakan buang air kecil yang tidak disengaja pada waktu tidur atau disebut juga dengan istilah mengompol.Enuresis ada dua macam yaitu enuresis nokturnal dan enuresis diurnal.Enuresis nocturnal merupakan mengompol pada waktu tidur.Enuresis nokturnal  terjadi sebagai gangguan tidur NREM.Sedangkan enuresis diurnal merupakan mengompul pada saat bangun tidur.
  • Apnea tidur dan mendengkur
        Pada umumnya,mendengkur tidak termasuk gangguan dalam tidur,tetapi mendengkur yang disertai dengan keadaan apnea dapat menjadi masalah.Terjadinya apnea dapat mengaacaukan saat bernapas bahakan bisa menyebabkan henti napas.Apabila kondisi ini berlangsung lama,maka dapat menyebabkan kadar oksigan dalam darah dapat menurun dan denyut nadi menjadi tidak teratur.
  •  Narkolepsi 
        Narkolepsi merupakan  keadaan tidur yang tidak dapat dikendalikan,seperti saat seseorang tidur dalam keadaan berdiri,mengemudikan,atau ditengah suatu pembicaran hal ini merupakan gangguan neurologis
  • Mengigau
        Mengigau merupakan gangguan tidur bila terjadi terlalu sering dan diluar kebiasaan menyebabkan kualitas dan kebutuhan tidur berkurang sehingga dapat mengganggu fungsi organ dalam tubuh(perbaikan sel) dan dapat mudah menyebabkan masalah dalam psikologis.
  • Gangguan pola tidur secara umum
        Suatu keadaan ketika individu mengalami atau mempunyai risiko perubahan jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan(Carpenito 1995).Gangguan ini terlihat pada pasien menunjukkan perasaan lelah,mudah terangsang dan gelisah,konjungtiva merah,mata perih dan perhatian terpecah-pecah.Penyebabkan adanya kerusakantranspor oksigen,gangguan metabolisme,takut operasi dan terganggu oleh kawn sekamar.


























Panca Indra

BAB 2
LANDSAN TEORI
2.1 Pengertian alat  indra
  Alat indra (akseptor) merupakan alat yang berfungsi untuk  mengenali lingkungan luar.
Indra mempunyai sel-sel reseptor khusus untuk mengenali perubahan lingkungan. Indra yang kita kenal ada lima, yaitu :
Indra penglihat (mata)
Indra pendengar (telinga)
Indra peraba (kulit)
Indra pengecap (lidah)
 Indra pencium (hidung)                           
       Kelima indra tersebut berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan luar, oleh karenanya disebut eksoreseptor. Reseptor yang berfungsi untuk mengenali lingkungan dalam, misalnya nyeri, kadar oksigen atau karbon dioksida, kadar glukosa dan sebagainya, disebut interoreseptor.              
 Sel-sel interoreseptor misalnya terdapat pada sel otot, tendon, ligamentum, sendi, dinding saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dan lain sebagainya. Akan tetapi, sesungguhnya interoreseptor terdapat di seluruh tubuh manusia. Interoreseptor yang membantu koordinasi dalam sikap tubuh disebut kinestesis.
2.2 Indra penglihat (mata)
           Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna. Yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata.                                                                                                                        Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:
  • Sklera                                                                                                                                                          Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

  • Koroid
          Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh     darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari ototbadan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.
  • Retina
Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.
Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisi vitreous humor. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar. Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan  serabut saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis.
Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis.                                            Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata.

2.2.1 Otot mata
Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).
2.2.2 Fungsi mata
Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.                                                                                                                                                       Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel konus) dan sel batang (sel basilus). Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu. Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama pigmen ungu yang terdapat pada sel batang. Oleh karena itu, pigmen pada sel basilus berfungsi untuk situasi kurang terang, sedangkan pigmen dari sel konus berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk membedakan warna, makin ke tengah maka jumlah sel batang makin berkurang sehingga di daerah bintik kuning hanya ada sel konus saja.                                                                                    Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin, yaitu suatu senyawa protein dan vitamin A. Apabila terkena sinar, misalnya sinar matahari, maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A. Pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Untuk pembentukan kembali memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut juga adaptasi rodopsin). Pada waktu adaptasi, mata sulit untuk melihat.  Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang merupakan gabungan antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus, yaitu sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Dengan ketiga macam sel konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Kerusakan salah satu sel konus akan menyebabkan buta warna.                                                                                                                     Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum proximum). Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik jauh (punctum remotum). Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang masuk ke mata tampak seperti kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh dari obyek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak paralel. Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat harus direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina agar obyek terlihat jelas. Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang jelas disebut pemfokusan.  Cahaya dibiaskan jika melewati konjungtiva kornea. Cahaya dari obyek yang dekat membutuhkan lebih banyak pembiasan untuk pemfokusan dibandingkan obyek yang jauh. Mata mamalia mampu mengubah derajat pembiasan dengan cara mengubah bentuk lensa. Cahaya dari obyek yang jauh difokuskan oleh lensa tipis panjang, sedangkan cahaya dari obyek yang dekat difokuskan dengan lensa yang tebal dan pendek. Perubahan bentuk lensa ini akibat kerja otot siliari. Saat melihat dekat, otot siliari berkontraksi sehingga memendekkan apertura yang mengelilingi lensa. Sebagai akibatnya lensa menebal dan pendek. Saat melihat jauh, otot siliari relaksasi sehingga apertura yang mengelilingi lensa membesar dan tegangan ligamen suspensor bertambah. Sebagai akibatnya ligamen suspensor mendorong lensa sehingga lensa memanjang dan pipih.Proses pemfokusan obyek pada jarak yang berbeda-berda disebut daya akomodasi. Cara kerja mata manusia pada dasarnya sama dengan cara kerja kamera, kecuali cara mengubah fokus lensa.
2.2.3 Kelainan pada Mata
Pada anak-anak, titik dekat mata bisa sangat pendek, kira-kira 9 cm untuk anak umur 11 tahun. Makin tua, jarak titik dekat makin panjang. Sekitar umur 40 tahun - 50 tahun terjadi perubahan yang menyolok, yaitu titik dekat mata sampai 50 cm, oleh karena itu memerlukan pertolongan kaca mata untuk membaca berupa kaca mata cembung (positif). Cacat mata seperti ini disebut presbiopi atau mata tua karena proses penuaan. Hal ini disebabkan karena elastisitas lensa berkurang. Penderita presbiopi dapat dibantu dengan lensa rangkap. Mata jauh dapat terjadi pada anak-anak; disebabkan bola mata terlalu pendek sehingga bayang-bayang jatuh di belakang retina. Cacat mata pada anak-anak seperti ini disebut hipermetropi.                                 Miopi atau mata dekat adalah cacat mata yang disebabkan oleh bola mata terlalu panjang sehingga bayang-bayang dari benda yang jaraknya jauh akan jatuh di depan retina. Pada mata dekat ini orang tidak dapat melihat benda yang jauh, mereka hanya dapat melihat benda yang jaraknya dekat. Untuk cacat seperti ini orang dapat ditolong dengan lensa cekung (negatif). Miopi biasa terjadi pada anak-anak.                Astigmatisma merupakan kelainan yang disebabkan bola mata atau permukaan lensa mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama, sehingga fokusnya tidak sama, akibatnya bayang-bayang jatuh tidak pada tempat yang sama. Untuk menolong orang yang cacat seperti ini dibuat lensa silindris, yaitu yang mempunyai beberapa fokus.                                                                                                                                            Katarak adalah cacat mata, yaitu buramnya dan berkurang elastisitasnya lensa mata. Hal ini terjadi karena adanya pengapuran pada lensa. Pada orang yang terkena katarak pandangan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang.
Kelainan-kelainan mata yang lain adalah:
Imeralopi (rabun senja): pada senja hari penderita menjadi rabun
Xeroftalxni: kornea menjadi keying dan bersisik
Keratomealasi: kornea menjadi putih dan rusak.
2.3 Indra pendengar (Telinga)
Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diol.
2.3.1 Susunan Telinga
Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang telinga). Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara. Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada anjing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga. Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar benda asing tidak masuk, dan kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.
Telinga tengah
Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani. Hubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam melalui jendela oval dan jendela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran yang transparan.                 Selain itu terdapat pula tiga tulang pendengaran yang tersusun seperti rantai yang menghubungkan gendang telinga dengan jendela oval. Ketiga tulang tersebut adalah tulang martil (maleus) menempel pada gendang telinga dan tulang landasan (inkus). Kedua tulang ini terikat erat oleh ligamentum sehingga mereka bergerak sebagai satu tulang. Tulang yang ketiga adalah tulang sanggurdi (stapes) yang berhubungan dengan jendela oval. Antara tulang landasan dan tulang sanggurdi terdapat sendi yang memungkinkan gerakan bebas.             Fungsi rangkaian tulang dengar adalah untuk mengirimkan getaran suara dari gendang telinga (membran timpani) menyeberangi rongga telinga tengah ke jendela oval.
Telinga dalam
Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin membran. Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut.
Tiga saluran setengah lingkaran
Ampula
Utrikulus
Sakulus
Koklea atau rumah siput
Sakulus berhubungan dengan utrikulus melalui saluran sempit. Tiga saluran setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus merupakan organ keseimbangan, dan keempatnya terdapat di dalam rongga vestibulum dari labirin tulang. Koklea mengandung organ Korti untuk pendengaran. Koklea terdiri dari tiga saluran yang sejajar, yaitu: saluran vestibulum yang berhubungan dengan jendela oval, saluran tengah dan saluran timpani yang berhubungan dengan jendela bundar, dan saluran (kanal) yang dipisahkan satu dengan lainnya oleh membran. Di antara saluran vestibulum dengan saluran tengah terdapat membran Reissner, sedangkan di antara saluran tengah dengan saluran timpani terdapat membran basiler. Dalam saluran tengah terdapat suatu tonjolan yang dikenal sebagai membran tektorial yang paralel dengan membran basiler dan ada di sepanjang koklea. Sel sensori untuk mendengar tersebar di permukaan membran basiler dan ujungnya berhadapan dengan membran tektorial. Dasar dari sel pendengar terletak pada membran basiler dan berhubungan dengan serabut saraf yang bergabung membentuk saraf pendengar. Bagian yang peka terhadap rangsang bunyi ini disebut organ Korti.
2.3.2  Cara kerja indra pendengaran
    Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput - selaput basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika rambut - rambut sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls). Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran.
2.3.3 Susunan dan Cara Kerja Alat Keseimbangan
    Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus clan sakulus.         Ujung dari setup saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula yang berisi reseptor, sedangkan pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang menuju ke sakulus. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan. Alat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah. Alat ini disebut kupula. Saluran semisirkular (saluran setengah lingkaran) peka terhadap gerakan kepala.    Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.

2.4  Indra peraba (Kulit)
Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan.
2.4.1 Susunan Kulit
Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.    Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.    Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
2.4.2 Fungsi Kulit
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.  Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptorreseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis. Ujung saraf peraba yang penting adalah sebagai berikut:
Ujung saraf Pacini merupakan sraf peraba tekanan
Ujung saraf sekeliling akar rambut merupakan saraf peraba
Ujung saraf Ruffini merupakan saraf perasa panas
Ujung saraf tanpa selaput merupakan saraf perasa nyeri
Ujung saraf Meisner merupakan saraf peraba

2.5   Indera pengecap (Lidah)
Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut.    Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papila). Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur. Tunas pengecap terdapat pada paritparit papila bentuk dataran, di bagian samping dari papila berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang.    Lidah dapat merespon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda. Letak masing-masing rasa berbeda-beda yaitu :
1. Rasa Asin = Lidah Bagian Depan
2. Rasa Manis = Lidah Bagian Tepi
3. Rasa Asam / Asem = Lidah Bagian Samping
4. Rasa Pahit / Pait = Lidah Bagian Belakang

2.6 Indera pembau (Hidung)
Indra pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti tunas pengecap. Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan aksonakson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara. Hidung manusia di bagi menjadi dua bagian rongga yang samabesar yang di sebut dengan Nostril. Dinding pemisah di sebutdengan septum, septum terbuat dari tulang yang sangat tipis.Rongga hidung di lapisi dengan rambut dan membran yangmensekresi lendir lengket.Rongga hidung (nasal cavity) berfungsi untuk mengalirkanudara dari luar ke tenggorokan menuju paru paru. Ronggahidung ini di hubungkan dengan bagian belakang tenggorokan.Rongga hidung di pisahkan oleh langit-langit mulut kita yang disebut dengan Palate.Mucous membrane berfungsi mengahangatkan udara dan melembabkannya. Bagian inimembuat mucus (lendir atau ingus) yang berguna untuk menangkap debu, bagkteri, dan partikel-partikel kecil lainnya yang dapatmerusak paru-paru.
2.6.1 Cara kerja indera penciuman (hidung)
Indera penciuman mendeteksi zatyang melepaskan molekul-molekuldi udara. Dia atap rongga hidungterdapat olfactory epithelium yangsangat sensitif terhadap molekul-molekul bau, karena pada bagian ini ada bagian pendeteksi bau(smell receptors). Receptor ini jumlahnya sangat banyak ada sekitar 10 juta

2.7 Kelainan Dan Penyakit Pada Alat Indra
Kelainan dan penyakit pada alat indra dapat mengganggu manusia ketika berinteraksi terhadap lingkungannya. Berkat kemajuan ilmu pengetahuan, sebagian kelainan dan gangguan tersebut dapat diatasi. Beberapa kelainan dan penyakit yang menyerang alat-alat indra antara lain sebagai berikut.
Astigmatis
Astigmatis (mata silindris) adalah kelainan pada mafa yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Hal ini terjadi karena penderita tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama. Mata tidak mampu memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris.
 Miopia
Miopi (rabun jauh) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat jauh. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu panjang dan bayangan benda jatuh di depan bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cekung (negatif).
Hipermetropi
Hipermetropia (rabun dekat) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu pendek dan bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cembung (positif)
Presbiopia
Presbiopia (rabun dekat danjauh) adalah kelainan yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat dan jauh. Hal itu terjadi ka.rena daya akomodasi mata mulai berkurans. Kelainan ini dialami oleh orang tua sehingga disebut juga mata tua. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian atas berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif). Kelainan miopia, hipermetropia, dan presbiopia serta cara menolongnya telah kamu pelajari di kelas VIII.
RabunSenja
Penderita rabun senja (rabun ayam) tidak dapat melihat dengan baik pada senja dan malam hari ketika cahaya mulai rentang-remang. Gangguan penglihatan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Cara mencegah dan mengatasi gangguan ini ialah dengan mengonsumsi rnakanan yang banyak mensandung vitamin A. Misalnya wortel. pepaya, dan tomat.
Keratomalasi
Keratomalasi ditandai dengan kornea mata yang keruh. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin A yang sangat parah. Jadi, penyakit ini merupakan tingkat lanjut rabun senja. Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan selaput lendir mata. Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi kering dan kasar (xeroftalmia/xerosis). Ji ka tidak segera cliatasi. akan menimbulkan kebutaan.
Katarak
Katarak (bular mata) merupakan kelainan pada lensa mata. Lensa mata menjadi kabur dan keruh sehingga cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina. Biasanya, katarak diderjta oleh orang yang berusia lanjut. Katarak dapat diatasi dengan tindakan operasi.
Juling
Kelainan mata ini disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri. Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot mata.
Glaukoma
Kelainan ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan. Kelainan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang harus diminum seumur hidup atau dengan tindakan pembedahan.
ButaWarna
Penderita buta warna tidak dapat membedakan warna tertentu. misalnya merah, hijau. dan biru. Buta warna merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan. Buta warna lebih banyak diderita laki-laki dari pada perempuan.
RadangTelinga
Radang telinga dapat terjadi di bagian luar maupun tengah. Radang telinga bagian luar terjadi karena bakteri. jamur. atau virus yang masuk melalui berbagai cara. misalnya masuk bersama air ketika berenang. Radang telinga tengah (otitis media) dapat terjadi karena bakteri atau virus. misalnya virus influenze. yang masuk dari rongga mulut melirlui saluran Eustachius.
Otosklerosis
Penyakit ini merupakan tuli konduksr yang menahun karena tulang sanggurdi kaku dan tidak dapat bergerak secara leluasa. Penyakit ini harus ditangani oleh dokter THT.
Anosmia
Anosmia adalah gangguan pada hidung berupa kehilangan kemampuan untuk membau. Penyakit ini dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya cidera atau infeksi di dasar kepala, keracunan timbel, kebanyakan merokok, atau tumor otak bagian depan. Untuk mengatasi gangguan ini harus diketahui dulu penyebabnya

ADAB MENYAMBUT BAYI BARU LAHIR

ADAB MENYAMBUT BAYI BARU LAHIR
1. Disunnahkan memberi kabar Gembira dan mengucapkan selamat kepada orang yang dikaruniai anak.
 Disunnahkan memberi kabar gembira dan mengucapkan selamat kepada orang yang dikaruniai anak, Allah SWT berfirman :
 Artinya : “maka kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang sabar”
(Ash-Shoffat[37] : 101)
Dan dianjurkan untuk mendo’akan kesejahteraan bagi orang yang dikaruniai anak dan anak yg baru lahir, antara do’a/ucapannya adalah :
 Artinya : Semoga Allah memberkati karunia-Nya syukurilah atas pemberian ini, penuhilah keperluannya dan rezkikannlah masa depannya.
 Kemudian setelah do’a ini diucapkan, maka disunnahkan pula untuk yang dikaruniai anak menyahutnya dengan ucapan :
 Artinya : Mudah-mudahan engkau juga diberkati Allah serta dilimpahi keberkatan kepadamu
 2. Mengumandangkan Adzan ditelinga kanan bayi
 Dalam hadits riwayat timidzi  yang artinya : dari abu Rafii, ia berkata “saya pernah melihat rasulullah Saw. Menbaca adzan pada telinga Hasan bi Ali takkala dilahirkan oleh Fatimah, seperti adzan shalat”
 Rahasia/hikmah disyariatkan adzan ini – Wallohu ‘alam –  adalah :
Supaya yang pertama mengetuk pendengaran manusia, adalah kalimat-kalimat adzan yang mengandung kebesaran dan keagungan Allah SWT.
Sedangkan kalimat sahadat yang terkandung dalan lafaz adzan sebagai kalimat pertama yang memasukkan orang kedalam Islam merupakan talqin baginya akan sebah syiar Islam ketika pertama kali ia masuk ke alam dunia sebagaimana ia juga akan ditalqinkan dengan kalimat tsb ketika akan meninggal dunia.
Hikmah lainnya, larinya syaitan ketika mendengar seruan adzan. Dimana ia senantiasa mengintai bayi ketika lahir dan menjadi pendampingnya ketika menghadapi ujian yang Allah kehendaki dan takdirkan.
Makna lainnya, agar ajakan terhadap bayi kepada Allah, agama Islam dan kepada beribadah kepada-Nya mendahului ajakan syaitan.
 3. Melakukan taknik
 Dalam Ash-shohiihain dari hadits abu burdah dari musa, ia berkata : “ aku dikaruniai seorang anak kemudian aku membawanya kepada Nabiyullahu Saw. Maka beliau menamainya Ibrohim lalu mentakniknya dengan sebutir kurma.”
Mentaknik artinya mengambil kurma, lalu mengunyahnya hingga lembut, lalu mengambilnya dari mulut dan meletakkan diatas jari telunjuk dan memasukkannya kedalam dimulut sang bayiserta dengan perlahan-lahan jari itu digerakkan kekiri dan kekanan didalam mulut bayi.
Adapun orang yang melakukan taknik ini diutamakan kepada mereka yang taqwa dan sholeh. Hikmah dari mentaknik ini adalah untuk menguatkan anggota mulut bayi supaya lebih mampu untuk menghisap susu ibunya.
4. Mencukur rambut dan bersedekah seberat timbangan rambutnya
 Adalah antara amalan yang disunnahkan untuk dilakukan keatas diri bayi baru lahir sebaik-baiknya adalah pada hari ketujuh kelahirannya.
 Dalam hal ini Rasulullah Saw. Bersabda yang bermaksud :
Ketika Fatimah melahirkan hasan dan husin : “timbanglah Rambut Husin dan sedekahkanlah seberat timbangan perak” (HR : Al-Hakim)
Ketika Fatimah melahirkan Hasan, baginda bersabda yang bermaksud : “cukurlah rambutnya, sedekahlah seberat timbangan (rambutnya) itu dengan perak” (HR : Ahmad)
 Hikmahnya adalah :
Bisa menguatkan pertumbuhan rambut seterusnya, menghilangkan selaput kepala (sejenis cairan yang menutupi kulit kepala) dan juga dapat memberi kekuatan dan ketajaman pada penglihatan mata, bau dan pendengaran.
Dari sudut kemasyarakatan, memberi peluang untuk bersedekah dengan timbangan rambut tersebut (rambut yang dicukur), disamping itu menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas karunia-Nya.
 5. Berkhitan
 Khitan termasuk sunah-sunah, sebagaimana sabda Nabi yang maksudnya :
“Fitrah (kesucian) itu ada lima; khitan, mencukur bulu kemaluan, memangkas rambut, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak” (HR : Bukhori dan Muslim).
 Terdapat beberapa perbedaan pendapat  tentang hukum Khitan:
Menurut Imam Abu Hanifa dan Imam Hasan Al-basri bahwa khitan itu sunah hukumnya, berdasarkan hadits yang maksudnya :
“Bekhitan itu sunnah bagi kaum lelaki dan baik bagi kaum wanita” (HR : Ahmad)
Sementara Imam Syafie, Imam Hanafi dan setengahnya yang lain mengatakan bahwa khitan itu hukumnya wajib, berdasarkan hadits yang bermaksud :
“siapa yang menganut Islam, hendaklah ia berkhatan sekalipun ia dari golongan dewasa”
Sementara khitan bagi perempuan hukumnya adalah suatu kelebihan (keutamaan), sesuai dengan hadits tersebut diatas (HR : Ahmad)
 Sedangkan waktu berkhitan ada yang berpendapat dilakukan sepekan pertama sejak kelahiran, dan ada juga yang mengatakan sampai mendekati baligh. Yang lebih afdhol adalah dihari ketujuh, berdasarkan hadits yang bermaksud :
“Baginda Rosulullah Saw. Melaksanakan aqiqah pada hasan dan husin serta mengkhatan keduanya dalam waktu tujuh hari (setelah kelahiran)” (HR : Baihaqi)
 6. Memberi nama
 Sunnah Rosulullahu Saw. Menyebutkan ada tiga ragam waktu menamai anak : ketika anak lahir, tiga hari setelah kelahiran, menamainya dihari ketujuh kelahirannya. Perbedaan ini adalah Ikhtilaf Tanawwu (perselisihan pendapat dengan beberapa alternatif yang sama-sama benar). Dimana ini menunjukkan bahwa urusan ini longgar dan segala puji hanya milik Alloh robbul’alamin.
 Memberi nama adalah hak ayah, sedang ibu tidak ada hak untuk menolaknya. Kalau keduanya bertentangan, maka ayah dimenangkan. Sedangkan jika ada mufakat keduanya, terdapat kelonggaran untuk saling merelakan.
 Tentang nama yang disunnahkan, Rosulullah Saw bersabda :
“sesungguhnya kalian akan dipanggil kelak dihari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka baguskanlah nama kalian” (HR : Abu Dawud)
 Beliau juga bersabda :
“berilah nama dengan nama para nabi, dan nama yang paling disukai Alloh adalah; ‘Abdulloh dan ‘Abdurrahman. Sedangnkan nama yang paling benar adalah Harits dan Hamman. Sementara nama yang paling buruk adalah Harb dan Murroh”
 Dalam menamai anak, terdapat beberapa panduan, antara lain :
Hendaklah nama yang dipilih itu memberi pengertian dan maksud yang baik. Sehubungan dengan itu, dilarang menamakan anak dengan maksud dan pengertian yang buruk yg bisa mengurangi kehormatan atau mungkin menjadi ejekan dan memalukan anak tsb.
Jangan menamakan anak dengan nama  yang mencemarkan atau nama yang susah untuk dimengerti maknanya.
Jangan menamakan anak dengan nama-nama yang khusus kepada nama Allah, mis; Ahad, Ar-Rahman, Al-Khalid dsb.jika nama itu akan diberikan pada anak, hendaknya disertai dengan nama lain didepannya, mis; Abdurrahman, Abdul Khalid dsb.
Jangan menggunakan nama yang dikaitkan dengan abdul (hamba) kepada selain Allah, mis; abdul Uzza (hamba kepada berhala Uzza), abdul Nabi (hamba kepada Nabi) dsb. Ulama sepakat bahwa itu adalah haram hukumnya.
Hindari dari menamakan anak dengan nama-nama orang kafir atau nama-nama yang menyerupai dengan nama orang yang bukan islam, mis: jhon, sally, cristin dsb.
 7. ‘Aqiqah dan hukumnya
 Aqiqah adalah amalan Sunnah sesai dengan hadits rosulullah, yang maksudnya :
Dari Salman bin’Amir Abdh-Dhibbi, ia berkata : Rosulullahu Saw bersabda,”setiap anak ada Aqiqohnya, maka tumpahkanlah darah karenanya dan sinngkirkanlah kotoran darinya”
 Beliau juga bersabda, “setiap anak tergadai dengan Aqiqohnya; yang disembelih dihari ketujuh (kelahiran)nya, saat ia diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR : semua para penyusun kitab sunan dan menurut Imam at-Tirmizi, hadits hasan-sahih)
 Beliau juga bersabda, “untuk bayi lelaki dua ekor kambing yang sama besar dan untuk bayi perempuan satu ekor.” (HR : Ahmad)
 Adapun waktu penyembelihan hewan ‘Aqiqah, yakni pada hari ketujuh, jika tidak bisa pada hari keempat belas, jika tidak bisa maka dihari kedua puluh satu, dan jika belum tersedia bagi mereka tidak apa-apa dilakukan sesudah itu.
Tujuan ‘Aqiqah adalah menghidupkan salah satu sunnah Rosulullah Saw dan mengikuti ajaran yan g beliau bawa.
 Adapun faedah ‘Aqiqah antara lain,
‘Aqiqah itu melepas ikatan anak itu dari tergadaikan dan baru ditebus dengan ‘Aqiqah-nya. Maksud dari tergadai adalah bahwa anak itu tergadaikan (tertahan) dari memberi syafaat kedua orangtuanya (menurut Imam Ahmad, Imam Ath’ bin Abu Rabah)
‘Aqiqah merupakan tebusan untuk menebus bayi yang baru dilahirkan seperti Allah SWT menebus ‘Ismail as. Dengan qibas.  Binatang yang disembelih  hendaklah dipersembahkan kepada Allah SWT sebagai suatu ibadah seperti halnya Qurban

Dalam ‘Aqiqah, disunnahkan pula hal-hal seperti dalam Qurban. Umpamanya,menyedekahkan dan membagi-bagikan dagingnya. Dengan demikian sembelihan untuk anak itu memuat arti pendekatan diri kepada Allah ta’ala, kesyukuran, tebusan, sedekah, memberi makan di saat menerima kegembiraan besar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah ta’ala dan menampakkan nikmatnya (anak) yang merupakan tujuan utama pernikahan.
surat surat dibawah ini di bacakan pada saat sukuran 4 bulanan,
Surat dan Ayat dari Al-Quran :
• Al-Mu’minuun (Surat ke-23, ayat 12-14)
• Lukman (Surat ke-31, ayat 14)
• Yusuf (Surat ke 12, ayat 1-16)
• Maryam (Surat ke-19, ayat 1-15)baik juga jika semuanya dibaca..
• Ar Rahmaan (Surat ke-55, ayat 1-78)

Plus doa Ini:
Bismillahhirrahmaanir rahiim,  Alhamdu lillaahi rabbil’aalamiin, Allaahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammad, Thibbil quluubi wadawaaihaa, Wa’aafiyatil abdaani wa syifaa ihaa, Wanuuril abshaari wa dhiyaa ihaa, Waquutil arwaahi wagidzaa ihaa, Wa’alaa aalihi washahbihi wabaarik wa sallim, Allaahummahfazh waladaha maa daama fii bathnihaa, Washfihii ma’a ummihi antasysyaafii laa syifaaa illaa syifaa uka syifaa an laa yugoodiru saqoman, Allaahumma shawwirhu fii bathnihaa shuurotanhasanatan , Watsabbit qolbahu iimaanan bika wabiraa suulika , Allaahumma akhrijhu min bathni ummihi waqta walaada tihaa sahlan wasaliiman, Allaahummaj ‘alhu shahiihan kaamilan wa’aaqilan haa dziqan wa’aaliman’aamilan, Allaahumma thawwil umrahu washahhih jasadahu wahassin khuluqohu wafashshih lisaa nahu , Wa ahsin shautahu li qiraa atil hadiitsi wal qur’aan, Wawasi’rijqahu , Wajalhu insaanan kaamilan saaliman fiddunya wal aakhirah , Bibirakati sayyidinaa Muhammaddin shallallaahu’alaihi  wasallam wal hamdu lillahi rabbil’aalamiina Aaamin, aamin aamin yaa robbal aalamin

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih lagi Maha penyayang.
Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan kepada penghulu kami Nabi Muhammad SAW Sebagai pengobat dan penawar hatiku Penyehat dan penyegar badanku Sebagai sinar dan cahaya pandangan mata Sebagai penguat dan santapan rohani Dan kepada keluarganya dan para sahabatnya berikanlah keberkahan dan keselamatan Ya Allah semoga Engkau lindungi bayi ini selama ada dalam kandungan ibunya Dan semoga Engkau memberikan kepada bayi dan ibunya Allah yang memberi kesehatan. Tidak ada kesehatan selain kesehatan Allah, kesehatan
yang tidak diakhiri dengan penyakit lain Ya Allah semoga Engkau ciptakan bayi ini dalam kandungan ibunya dgn rupa yg bagus Dan semoga Engkau tanamkan hatinya bayi ini iman kepadaMu ya Allah  dan kepada Rosul Mu Ya Allah semoga Engkau mengeluarkan bayi ini dari dalam kandungan ibunya  pada waktu yg tlah ditetapkan dlm keadaan yg sehat dan selamat Ya Allah semoga Engkau jadikan bayi ini sehat, sempurna, berakal cerdas dan mengerti dalam urusan agama Ya Allah semoga Engkau memberikan kepada bayi ini umur yang panjang, sehat jasmani dan rohani, bagus budi perangainya, fasih lisannya Serta bagus suaranya untuk membaca dan Al Quran
Dan tinggikanlah derajatnya Dan luaskanlah rizkinya Dan jadikanlah bagi manusia yg sempuran selamat di dunia dan akhirat. Dengan berkahnya Nabi besar Muhammad SAW dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam Aaamin, aamin aamin yaa robbal aalamin  Kabulkanlah doa kami, kabulkanlaah doa kami kabulkanlah doa kami, ya Allah seru sekalian alam. DAFTAR PUSTAKA


Al-Qur’anul Karim
Nauroh binti abdurrahman & Ibrohim bin Sholih Al-Mahmud, 2008, Hadiyyah Lil Ummil Jadiidah (Kado Spesial calon ibu), Al-Qowan Publishing
Nauroh binti abdurrahman, 2006, Al-Ifaadah fii Ma Ja fi wirdi ‘I-wiladah (Dzikir ibu hamil),Smart Media
Yahya Abdurrahman Al-khatib,2006, Ahkam al-Mar’ah al-Hamil Fi asy-Syariah al-Islamiyah (Fikih wanita hamil), Qisthi Press
Adi bin Yusuf Al-Azazi, 2005, fath Al-Karim fi Ahkam Al-Hamil wa Al-Janin (Hamil Siapa Takut), Pustaka Al-Kautsar
Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, 2007, Tahfatul-Maudud bi Ahkamil-Maulid (Fikih Bayi), Fikr robbani Group
Muhammad Baqir Hujjati, 2008, Islam wa Ta’lim wa Tarbiyat (mendidik anak sejak kandungan),Penerbit Cahaya
Ja’far Al-Mathari bin ‘Abdul Rahman, 2000, Panduan Menyambut Kelahiran Bayi, Jasmine Interprise
Abdullah Al-Qari bin HJ. Saleh (A.Q.H.A.S), 2007, Amalan dan Wirid Mudah Bersalin, Al-Hidayah Publisher
Muhammad Thalib, 2008, Ensiklopedi Keluarga Sakinah-Menyambut Sang Buah Hati, Pro-U Media
Syaikh Muhammad Bayuni, 2004, Fikih Jenazah, Pustaka Al-Kautsar
surat surat dibawah ini di bacakan pada saat sukuran 4 bulanan,
Surat dan Ayat dari Al-Quran :
• Al-Mu’minuun (Surat ke-23, ayat 12-14)
• Lukman (Surat ke-31, ayat 14)
• Yusuf (Surat ke 12, ayat 1-16)
• Maryam (Surat ke-19, ayat 1-15)baik juga jika semuanya dibaca..
• Ar Rahmaan (Surat ke-55, ayat 1-78)

Plus doa Ini:
Bismillahhirrahmaanir rahiim,  Alhamdu lillaahi rabbil’aalamiin, Allaahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammad, Thibbil quluubi wadawaaihaa, Wa’aafiyatil abdaani wa syifaa ihaa, Wanuuril abshaari wa dhiyaa ihaa, Waquutil arwaahi wagidzaa ihaa, Wa’alaa aalihi washahbihi wabaarik wa sallim, Allaahummahfazh waladaha maa daama fii bathnihaa, Washfihii ma’a ummihi antasysyaafii laa syifaaa illaa syifaa uka syifaa an laa yugoodiru saqoman, Allaahumma shawwirhu fii bathnihaa shuurotanhasanatan , Watsabbit qolbahu iimaanan bika wabiraa suulika , Allaahumma akhrijhu min bathni ummihi waqta walaada tihaa sahlan wasaliiman, Allaahummaj ‘alhu shahiihan kaamilan wa’aaqilan haa dziqan wa’aaliman’aamilan, Allaahumma thawwil umrahu washahhih jasadahu wahassin khuluqohu wafashshih lisaa nahu , Wa ahsin shautahu li qiraa atil hadiitsi wal qur’aan, Wawasi’rijqahu , Wajalhu insaanan kaamilan saaliman fiddunya wal aakhirah , Bibirakati sayyidinaa Muhammaddin shallallaahu’alaihi  wasallam wal hamdu lillahi rabbil’aalamiina Aaamin, aamin aamin yaa robbal aalamin

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih lagi Maha penyayang.
Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan kepada penghulu kami Nabi Muhammad SAW Sebagai pengobat dan penawar hatiku Penyehat dan penyegar badanku Sebagai sinar dan cahaya pandangan mata Sebagai penguat dan santapan rohani Dan kepada keluarganya dan para sahabatnya berikanlah keberkahan dan keselamatan Ya Allah semoga Engkau lindungi bayi ini selama ada dalam kandungan ibunya Dan semoga Engkau memberikan kepada bayi dan ibunya Allah yang memberi kesehatan. Tidak ada kesehatan selain kesehatan Allah, kesehatan
yang tidak diakhiri dengan penyakit lain Ya Allah semoga Engkau ciptakan bayi ini dalam kandungan ibunya dgn rupa yg bagus Dan semoga Engkau tanamkan hatinya bayi ini iman kepadaMu ya Allah  dan kepada Rosul Mu Ya Allah semoga Engkau mengeluarkan bayi ini dari dalam kandungan ibunya  pada waktu yg tlah ditetapkan dlm keadaan yg sehat dan selamat Ya Allah semoga Engkau jadikan bayi ini sehat, sempurna, berakal cerdas dan mengerti dalam urusan agama Ya Allah semoga Engkau memberikan kepada bayi ini umur yang panjang, sehat jasmani dan rohani, bagus budi perangainya, fasih lisannya Serta bagus suaranya untuk membaca dan Al Quran
Dan tinggikanlah derajatnya Dan luaskanlah rizkinya Dan jadikanlah bagi manusia yg sempuran selamat di dunia dan akhirat. Dengan berkahnya Nabi besar Muhammad SAW dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam Aaamin, aamin aamin yaa robbal aalamin  Kabulkanlah doa kami, kabulkanlaah doa kami kabulkanlah doa kami, ya Allah seru sekalian alam.
   


surat surat dibawah ini di bacakan pada saat sukuran 4 bulanan,
Surat dan Ayat dari Al-Quran :
• Al-Mu’minuun (Surat ke-23, ayat 12-14)
• Lukman (Surat ke-31, ayat 14)
• Yusuf (Surat ke 12, ayat 1-16)
• Maryam (Surat ke-19, ayat 1-15)baik juga jika semuanya dibaca..
• Ar Rahmaan (Surat ke-55, ayat 1-78)

Cairan infus

1.      Pengertian
Pemberian cairan melalui infus merupakan tindakan memasukkan cairan melalui intravena yang dilakukan pada pasien dengan bantuan perangkat infus.

2.      Tujuan Komposisi Cairan Infus
Tindakan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit serta sebagai tindakan pengobatan dan pemberian makanan.

3.      Berbagai Regimen Infus

Pada pasien trauma akibat kecelakaan lalu lintas atau karena sebab lainnya, kita sering  menjumpai keadaan syok hipovolemik alias suatu kondisi dimana terjadi kehilangan cairan darah dengan cepat dalam jumlah yang cukup banyak sehingga komponen darah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen  ke organ organ tidak lagi adekuat, menyebabkan gangguan perfusi pada jaringan dan berkontribusi terhadap metabolisme anaerob  dan akumulasi asam laktat.
Namun, maha besar Allah selalu ada upaya homeostasis untuk melindungi terlebih dahulu organ yang dianggap penting yaitu otak dan jantung, dengan cara vasokonstriksi dan mengorbankan perfusi di ginjal, otot, usus, dan kulit.
Kasus kematian pada syok hemoragik disebabkan sebagai hasil dari pola perfusi dan hipoksia jaringan yang progresif juga karena asidosis. Berbagai regimen yang kita kenal untuk penanganan resusitasi cairan yaitu diantaranya adalah koloid, kristaloid, whole blood dan komponen-komponen darah.

                             a.  Cairan Kristaloid
Larutan kristaloid adalah larutan air dengan elektrolit dan atau dextrosa, yang tidak mengandung molekul besar. Dalam waktu yang singkat, kristaloid sebagian besar akan keluar dari intravaskular . Sehingga volume yang diberikan harus lebih banyak ( 3:1 dengan volume darah yang hilang). Ekspansi cairan dari ruang intravaskuler ke interstitial berlangsung selama 30-60 menit, dan akan keluar sebagai urin dalam 24-48 jam. Secara garis besar kristaloid bertujuan untuk meningkatkan volume ekstrasel, tanpa peningkatan volume intra sel. Meskipun banyak jenis cairan kristaloid yang tersedia, namun NaCl 0,9% dan Ringer laktat adalah pilihan pertama yang paling masuk akal.

·         NaCl 0,9%

Keuntungannya yaitu  murah dan mudah didapat, cairan infus ini juga kompatibel untuk dicampurkan dengan produk-produk darah dan merupakan pilihan yang terbaik untuk resusitasi volume.
Kekurangannya. NaCl 0,9% dapat berkontribusi menyebabkan asidosis hipercloremik ketika resusitasi cairan jumlah besar diperlukan. (untuk menggantikan setiap  liter volume darah, maka kita membutuhkan sekitar 3 liter Nacl 0,9% ) jadi perbandingan cairan ini dengan volume darah yang hilang adalah 3 : 1.

·         Ringer Laktat

Keuntungannya: murah dan mudah didapat, memiliki komposisi isotonis yang lebih fisiologis dengan cairan tubuh, menghasilkan pergantian elemen kalsium dan pottasium, ion sodium dan chlor yang dihasilkan  juga lebih fisiologis.
Kekurangannya: Relatif tidak kompatibel terhadap produk-produk darah, kandungan Ca pada Ringer laktat dapat mengaktifasi cascade koagulasi pada produk-produk darah, serta kandungan laktat dalam infus ringer laktat ini juga dapat memperburuk koreksi terhadap metabolik asidosis yang sedang berlangsung.

·         Dextrose atau glukosa

Tidak di indikasikan untuk pasien trauma karena memilki potensi bahaya. Stress sebagai respon yang dipicu oleh trauma mayor atau pembedahan  sering menyebabkan kadar gula darah meningkat. Pemberian dextrose secara cepat dalam jumlah banyak selama resusitasi dapat menyebabkan diuresis osmotik dan menjadi faktor perancu terhadap defisit intravaskular. Penggunaan dextrose dapat menyebabkan hiperglikemi pada pasien trauma. Namun glukosa dapat digunakan sebagai cairan maintainance selama fase post resusitasi.



                        b. Cairan Koloid

Penggunaan cairan koloid intra vena pada penanganan trauma masih kontroversi.  Pada jaman  perang dulu, koloid yang digunakan hanyalah albumin dan plasma. Namun sekarang, dikenal Dextran , haemacel, albumin, plasma dan darah. Koloid mengandung molekul-molekul besar berfungsi seperti albumin dalam plasma, tinggal dalam intravaskular cukup lama (waktu paruh koloid intravaskuler 3-6 jam), sehingga volume yang diberikan sama dengan volume darah. Kekurangan dari koloid yaitu mahal.
Koloid mempunyai kelebihan yaitu dapat menggantikan dengan cepat dan dengan volume cairan yang lebih sedikit,ekspansi volume plasma lebih panjang, dan resiko edema pheripheral kecil. Secara umum koloid dipergunakan untuk :
Ø  Resusitasi cairan pada penderita dengan defisit cairan berat (syok hemoragik) sebelum transfusi tersedia
Ø  Resusitasi cairan pada hipoalbuminemia berat, misalnya pada luka bakar.

4.      Jenis- Jenis Cairan Infus
           ASERING
Indikasi:
     Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.


Komposisi:


Setiap liter asering mengandung:
·                     Na 130 mEq
·                     K 4 mEq
·                     Cl 109 mEq
·                     Ca 3 mEq
·                     Asetat (garam) 28 mEq

Keunggulan:


·                     Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami  
gangguan hati
·                     Pada pemberian sebelum operasi sesar, RA mengatasi asidosis laktat lebih baik
dibanding RL pada neonatus
·                     Pada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi
dengan isofluran
·                     Mempunyai efek vasodilator
·                     Pada kasus stroke akut, penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA,
           dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk
           edema serebral.



KA-EN 1B
             Indikasi:
·                     Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui, misal pada kasus
emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai, demam)
·                     < 24 jam pasca operasi
·                     Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatan sebaiknya
             300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak
·                     Bayi prematur atau bayi baru lahir, sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam

KA-EN 3A & KA-EN 3B
Indikasi:
·                     Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan
kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
·                     Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
·                     Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A
·                     Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B

KA-EN MG3
Indikasi :
·                     Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan
kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
·                     Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
·                     Mensuplai kalium 20 mEq/L
·                     Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L
KA-EN 4A
Indikasi :
·                     Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak
·                     Tanpa kandungan kalium, sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai
             kadar konsentrasi kalium serum normal
·                     Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik

Komposisi (per 1000 ml):
·                     Na 30 mEq/L
·                     K 0 mEq/L
·                     Cl 20 mEq/L
·                     Laktat 10 mEq/L
·                     Glukosa 40 gr/L

KA-EN 4B
Indikasi:
·                     Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun
·                     Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia
·                     Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik

Komposisi:


·                     Na 30 mEq/L
·                     K 8 mEq/L
·                     Cl 28 mEq/L
·                     Laktat 10 mEq/L
·                     Glukosa 37,5 gr/L



Otsu-NS
Indikasi:

·                     Untuk resusitasi
·                     Kehilangan Na > Cl, misal diare
·                     Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium    

            (asidosis diabetikum, insufisiensi adrenokortikal, luka bakar)

Otsu-RL
Indikasi:

·                     Resusitasi
·                     Suplai ion bikarbonat
·                     Asidosis metabolik



MARTOS-10
Indikasi:


·                     Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik
·                     Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor, infeksi berat, stres
berat dan defisiensi protein
·                     Dosis: 0,3 gr/kg BB/jam
·                     Mengandung 400 kcal/L
AMIPAREN
 Indikasi:
·                     Stres metabolik berat
·                     Luka bakar
·                     Infeksi berat
·                     Kwasiokor
·                     Pasca operasi
·                     Total Parenteral Nutrition
·                     Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit

AMINOVEL-600
Indikasi:

·                     Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI
·                     Penderita GI yang dipuasakan
·                     Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar,
trauma dan pasca operasi)
·                     Stres metabolik sedang
·                     Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm)



PAN-AMIN G
Indikasi:
·                     Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik
ringan
·                     Nitrisi dini pasca operasi
·                     Tifoid

Budaya dan Kebudayaan


2.1  Pengertian budaya
Kamus Dewan (2005) , budaya ditakrifkan sebagai kemajuan fikiran , akal budi (cara fikiran), berkelakuan dan sebagainya. Budaya juga dikelasifikasikan sebagai satu cara hidup yang diamalkan sesuatu kumpulan tertentu dan meliputi sistem sosial, susunan organisasi ekonomi, politik, agama, kepercayaan, adat resam, sikap dan nilai.
Dictionary of Philosophy (1996), the way of life of people, including their attitudes, values, beliefs, arts, sciences, modes of perception and habits of thoughts and activity.
Nik Safiah Karim, “budaya adalah tenaga fikiran, usaha rohani atau kuasa mengerakkan jiwa”.
Mohd Taib Osman (1988), “ budaya adalah satu himpunan kelengkapan intelektual dan kebendaan yang mampu memenuhi kehendak biologi dan kemasyarakatan serta dapat menyesuaikannya dengan keadaan sekeliling”.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi , “budaya merupakan satu alat penghasilan karya seni, rasa dan penciptaan dalam sesebuah masyarakat”.
Budaya dari segi bahasa merupakan satu cara yang diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat kini. Budaya merujuk kepada satu cara hidup yang diamalkan kebanyakan orang termasuk pemikiran, nilai kepercayaan, pandangan dan tabiat berfikir seseorang. Budaya merupakan warisan sosial  manusia, cara pemikiran, perasaan dan tingkah laku yang boleh diwarisi. Budaya adalah hak masyarakat yang akan menentukan bentuk tingkah laku mereka.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.   
Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.           
          Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.                                                                 Dengan demikian, hanya budaya yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk  aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

2.1 Pengertian kebudayaan
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Andreas Eppink mengemukakan bahwa kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan  adalah  sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
2.3 Cara pandang terhadap kebudayaan
       2.3.1 Kebudayaan sebagai peradapan                  
 Pada umumnya  orang memahami gagasan “budaya” yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang “budaya” ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “alam”. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.        Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang “elit” seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang “berkelas”, elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah “berkebudayaan”.                      
          Orang yang menggunakan kata “kebudayaan” dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang “berkebudayaan” disebut sebagai orang yang “tidak berkebudayaan”; bukan sebagai orang “dari kebudayaan yang lain.” Orang yang “tidak berkebudayaan” dikatakan lebih “alam,” dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran “manusia alami” (human nature)    .             
         Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan “tidak alami” yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan “jalan hidup yang alami” (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.           
        Saat ini banyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap “tidak elit” dan “kebudayaan elit” adalah sama – masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.

2.3.1  Kebudayaan sebagai sudut pandang umum                   
Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang   peduli terhadap gerakan nasionalisme – seperti perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria – mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam “sudut pandang umum”. Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara “berkebudayaan” dengan “tidak berkebudayaan” atau kebudayaan “primitif.”              
           Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.   
            Pada tahun 50-an, subkebudayaan – kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya – mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan – perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau temspat bekerja.
2.3.3 Kebudayaan sebagai Mekanisme Stabilisasi                  
         Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi  yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.
2.4  Bentuk budaya
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga:    gagasan, aktivitas, dan artefak.
Gagasan
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
Aktivitas
       Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
Artefak
       Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Dasar budaya

2.5.1    Rasional

Penggubalan Dasar Kebudayaan Kebangsaan adalah penting bagi sesebuah negara membangun dan yang mempunyai penduduk berbilang kaum seperti Malaysia. Dasar ini nanti akan dapat menjadi Garis panduan dalam membentuk, mewujud dan mengekalkan identiti negara di kalangan dunia antarabangsa.                            Penggubalan dasar ini perlu dibuat dengan mempertimbangkan fakta-fakta perkembangan sejarah serantau dan kedudukan negara ini sebagai pusat pertemuan serta pusat tamadun dan perdagangan sejak dua ribu tahun yang lampau. Peranannya sebagai sebuah pusat pertemuan, telah melahirkan proses interaksi, pengenalan, penyerapan dan penerimaan pelbagai unsur-unsur yang sesuai kepada kebudayaan asas rantau ini dari pelbagai unsur-unsur kebudayaan dunia.   
        Dengan yang demikian, sebagai satu proses yang berterusan, penwujudan Kebudayaan Kebangsaan Malaysia akan terus berlandaskan unsur-unsur dan tiga prinsip yang ditetapkan oleh Kerajaan sebagai Dasar Kebudayaan Kebangsaan yaitu:
Berteraskan kepada Kebudayaan Rakyat Asal rantau ini  yang merangkumi kawasan Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, Brunei, Thailand dan Kampuchea serta Kepulauan Selatan Pasifik (Polynesia, Melanesia dan Oceania) sehingga Malagasi adalah merupakan bahagian utama dari kawasan tamadun atau budaya Melayu. Rantau ini merupakan pusat pemancaran, pengembangan dan warisan Kebudayaan Melayu sejak zaman berzaman dan ditandai pula oleh kegemilangan dan keagungan tamadun Melayu yang berpusat di Melaka yang menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa perhubungan antarabangsa (linguafranca). Kebudayaan serantau ini digambarkan oleh persamaan-persamaan di bidang bahasa yang berasaskan keluarga bahasa Melayu - Austronesia, kedudukan geografi, pengalaman sejarah, kekayaan alam, kesenian dan nilai-nilai keperibadiannya. Budaya Melayu pada hari ini merupakan cara hidup, lambang identiti dan asas ukuran keperibadian kepada lebih 200 juta umat manusia yang menuturkan satu rumpun bahasa yang sama. Dengan yang demikian, kebudayaan rakyat asal rantau ini dalam pengertian sempit atau luasnya kebudayaan Melayu telah dijadikan teras kepada Kebudayaan Kebangsaan.                   
 Unsur-unsur Kebudayaan Lain Yang Sesuai dan Wajar boleh diterima Kebudayaan sebagai sesuatu yang dinamik, sentiasa berubah-ubah melalui proses penyerapan dan penyesuaian secara berterusan. Prinsip ini bertepatan dengan situasi penduduk berbilang kaum yang mewarisi pelbagai budaya. Dengan itu unsur-unsur budaya Cina, India Arab, Barat dan lain-lain yang sesuai dan wajar diberi penimbangan dan penerimaan dalam pembentukan Kebudayaan Kebangsaan. Kesesuaian penerimaan dalam penyerapan ini adalah bergantung kepada tidak wujudnya percanggahan dengan Perlembagaan dan prinsip-prinsip Rukun Negara dan kepentlngan nasional serta asas-asas moral dan kerohanian sejagat pada amnya dan pada Islam sebagai agama rasmi negara khasnya.
Islam Menjadi Unsur Yang Penting Dalam Pembentukan Kebudayaan Kebangsaan - Agama atau kepercayaan kepada Tuhan merupakan unsur penting dalam proses pembangunan negara serta pembentukan rakyat yang berakhlak dan berperibadi mulia. Agama Islam memberi panduan kepada manusia dalam mengimbang dan memadukan usaha bagi mengisi kehendak-kehendak emosi dan fizikal dan kerana itu patut menjadi unsur yang penting dalam pembentukan Kebudayaan Kebangsaan memandangkan kedudukannya sebagai agama rasmi negara, di samping telah wujudnya fakta sejarah dan nilai-nilai Islam yang telah sedia didukung oleh sebahagian besar rakyat rantau ini. Ketiga-tiga prinsip asas di atas adalah melambangkan penerimaan gagasan Kongres Kebudayaan Kebangsaan 1971.

2.5.2    Objektif

Pembangunan Kebudayaan Kebangsaan bagi negara-negara yang baru merdeka amatlah penting untuk mewujudkan sebuah negara yang stabil dan bersatupadu. Dengan yang demikian usaha-usaha pembentukan Kebudayaan Kebangsaan Malaysia adalah bertujuan untuk mencapai tiga objektif penting iaitu:
Mengukuhkan perpaduan bangsa dan negara melalui Kebudayaan;
Memupuk dan memelihara keperibadian kebangsaan yang tumbuh daripada Kebudayaan Kebangsaan; dan
Memperkayakan dan mempertingkatkan kualiti kehidupan kemanusiaan dan kerohanian yang seimbang dengan pembangunan sosioekonomi.
Strategi dan Pelaksanaan Objektif dasar ini boleh dicapai melalui strategi-strategi berikut:
Pemulihan, pemeliharaan dan pembangunan kebudayaan ke arah menguatkan asas-asas Kebudayaan Kebangsaan melalui usahasama penyelidikan, pembangunan, pendidikan, pengembangan dan perhubungan budaya;
Meningkat dan mengukuhkan kepimpinan budaya melalui usaha-usaha membimbing dan melatih peminat, mendokong dan menggerak kebudayaan seluas-luasnya sebagai jentera pembangunan yang berkesan;
Mewujudkan komunikasi yang berkesan ke arah kesedaran kebangsaan, kenegaraan dan nasionalisme Malaysia;
Memenuhi keperluan sosiobudaya; dan
Meninggikan taraf dan mutu kesenian.
Di samping Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Pelancongan, penglibatan pihak lain juga adalah penting dalam pelaksanaan dasar ini. Mereka termasuklah Kementerian-kementerian dan Jabatan-jabatan Kerajaan Pusat, Kerajaan-kerajaan Negeri, badan-badan berkanun dan pihak swasta serta pertubuhan-pertubuhan kebudayaan.              
    Peranan Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Pelancongan dalam pelaksanaan matlamat dan strategi dasar ini adalah penting. Antara lain Kementerian ini menguruskan penyelidikan, pembangunan dan penggalakan, pendidikan dan pengembangan kesenian dan perhubungan ke arah kemajuan kebudayaan kebangsaan. Usaha-usaha itu dicapai melalui aktiviti-aktiviti pembangunan, persembahan seni oleh Kompleks Budaya Negara sebagai pengelola dan urusetia perhubungan kebudayaan antarabangsa, Majlis Kebudayaan Negeri, khidmat nasihat bagi mengukuhkan pertubuhan-pertubuhan kebudayaan dan kerjasama dengan badan-badan antarabangsa.                                                                     
    Peranan Kementerian/Jabatan, Kerajaan-kerajaan Negeri dan badan-badan berkanun yang lain adalah sama penting dalam melaksanakan strategi dasar ini di dalam pengurusan harian dan pelaksanaan dasar-dasar semasa. Peranan pihak swasta dan pertubuhan-pertubuhan kebudayaan kian diperlukan di mana badan-badan ini boleh memainkan peranan menjalankan usaha pembinaan dan kemajuan kebudayaan di peringkat organisasi masing-masing dan seterusnya membiayai penajaan program atau projek-projek kebudayaan.