Minggu, 22 September 2013

Istirahat

Pengertian istirahat
       Istirahat merupakan keadaan yang relaks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan  hanya dalam keadaan tidak beraktifitas, melainkan juga berhenti sejenak. Kondisi tersebut membutuhkan ketenagaan. Kata istirahat berarti menyegarkan diri atau diam setelah melakukan kerja keras , suatu keadaan untuk melepaskan diri dari segala hal yang membosankan, menyulitkan, bahkan menjengkelkan(Musrifatul uliyah dan Aziz alimul hidayat dalam buku KDPK:Salemba medika). Karakteristik istirahat
       Terdapat beberapa karasterist ikistirahat. pada tahun 1967, narrow mengemukakan enam karasteristik yang berhubungan dengan istirahat dengan istirahat (dalam potter dan perry 1997).
Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi
Merasa diterima
Mengetahui apa yang sedang terjadi
Bebas dari gangguan ketidaknyamanan
Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktifitas yang mempunyai tujuan
Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan3   Pengertian tidur
        Tidur merupakan suatu kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensorik yang sesuai (Guyton 1986). Dengan perkataan lain, tidur merupakan suatu
                                                                                                                                                       
keadaan tidak sadarkan diri yang relative bukan hanya keadaan penuh ketenagaan tanpa kegiatan, tetapi lebih kepada suatu urutan siklus yang berulang. Tidur memiliki kesadaran yang bervariasi, terdapatnya perubahan perubahan fisiologis, dan terjadinya penurunan respons terhadap rangsangan dari luar.
         Kebutuhan tidur pada manusia bergantung pada tingkat perkebangan. Tabel berikut ini merangkum kebutuhan tidur manusia berdasarkan usia.
Table  kebutuhan tidur manusia.   

Umur    Tingkat perkembangan    Jumlah kebutuhan tidur      
Bulan    bayi baru lahir    14-18 jam/hari      
1-18 bulan    Masa bayi    12-14 jam/hari      
18 bulan-3 tahun    Masa anak    11-12 jam/hari      
3-6 tahun    Masa prasekolah    11 jam/hari      
6-12 tahun    Masa sekolah    10 jam/hari       
12-18 tahun    Masa remaja    8,5 jam/hari      
18-40 tahun    masa dewasa    7-8 jam/hari      
40-60 tahun    Masa muda paruh baya    7 jam/hari      
60 tahun ke atas    Masa dewasa tua    6 jam/hari   
4  Fisiologi Tidur
         Fisiologi tidur merupakan pengaturan kegiatan tidur yang melibatkan hubungan mekanisme serebral secra bergantian agar mengaktifkan dan menekan pusat otak untuk dapat tidur dan bangun. Salah satu aktifitas tidur ini diatur olwh system pengaktivasi retikulris. System tersebut mengatur seluruh tingkatan kegiatan susunan syaraf pusat, termasuk pengaturan kewaspadaan dan tidur. Pusat pengaturan aktifitas kewaspadaan dan tidur terletak dalam mesensefalon dan bagian atas pons. Dalam keadaan sadar, neuron dalam reticular activating system (RAS) akan melepaskan katekolamin seperti neropineprin. Selain itu, RAS juga dapat menerima stimulasi dari korteks serebri termasuk rangsangan emosi dan proses piker. Pada saat tidur,terdapat
                                                                                                                                                      pelepasan serum serotonin dari sel khusus yang berada di pons dan batang otak tengah, yaitu bulbar synchronizing regional (BSR). Sedangkan saat bangun bergantung dari keseimbangan implus yang diterima dipusat otak dan system limbik. Dengan demikian, system pada batang otak yang mengatur siklus atau perubahan dalam tidur adalah RAS dan BSR.
5   Jenis-jenis tidur
       Berdasarkan prosesnya, terdapat dua jenis tidur.pertama,jenis tidur yang disebabkan oleh menurunnya kegiatan didalam system pengaktivasi retikularis. Jenis tidur tersebut dengan tidur gelombang lambat karena gelombang otaknya sangat lambat, atau disebut tidur nonrapid eye movement (NREM). Kedua jenis tidur tersebut yang disebabkan oleh penyaluran isyarat-isyarat abnormal dari dalam otak, meskipun kegiatan otak mungkin tidak tertekan secara berarti. Jenis tidur yang kedua disebut dengan jenis tidur paradox atau tidur rapid eyem ovement (REM)
Tidur gelombang lambat (slow wave sleep)/nonrapid eye movement (NREM).
Jenis tidur ini dikenal dengan tidur yang dalam,istirahat penuh, dengan gelombang otak yang lebih lambat, atau juga dikenal dengan tidur tidur nyenyak.
Cirri-ciri tidur nyenyak adalah menyegarkan, tanpa impi, atau tidur dengan gelombang delta. Cirri lainnya adalah individu berada dalam keadaan istirahat penuh, tekanan darah menurun, frekuensi nafas menurun, pergerakan bola mata melambat, impi berkurang, dn metabolism turun.
    Perubahan selama proses NREM tampak melalui elektroensefalografi dengan memperlihatkan gelombang otak berada pada setiap tahap tidur NREM. Tahap tersebut, yaitu: kewaspadaan penuh dengan gelombang beta yang berfrekuensi tinggi dan bervoltase penuh dengan gelombang beta diperlihatkan pada gelombang alfa kejenis beta atau delta yang bervoltase rendah dan tidur nyenyak gelombang lambat dengan gelobang delta bervoltase tinggi dan berkecepatan 1-2 per detik


                                                                                                                                      
Tahapan jenis tidur NREM
Tahap I
     Tahap ini adalah tahap transisi antara bangun dan tidur dengan cirri sebagai berikut : rileks, masih sadar dengan lingkungan , merasa mengantuk, bola mata bergerak dari samping ke samping, frekuensi nadi dan napas sedikit menurun, serta dapat bangun sgera selaa tahap ini berlangusng sekitar 5 menit.
Tahap II
     Tahap II merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun dengan ciri sebgai berikut : mata pada umumnya menetap, denyut jantung dan frekuensi napas menurun, temperature tubuh menurun, serta berlangsung pendek dan berakhir 10-15 menit.
Tahap III
      Tahap inimerupakan tahap tidur dengan cirri denyut nadi, frekuensi  napas, dan proses tubuh lainnya lambat. Hal ini disebabkan oleh adanya dominasi sistem syaraf parasimpatis sehingga sulit untuk bangun.
Tahap VI
      Tahap ini merupakan tahap tidur dalam dengan  ciri kecepatan jantung dan pernapasan turun, jarang bergerak,sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung menurun, dan tonus otot menurun

Tidur paradox / tidur rapid eye ovement (REM)
      Tidur jenis ini dapat berlangsung pada tidur malam yang terjadi selama 5-20 menit, rata-rata timbul 90 menit. Periode pertama terjadi selama 80-100 menit. Namun apabila kondisi orang sangat lelah, maka aal tidur sangat cepat bahkan jenis tidur ini tidak ada. Cirri tidur REM adalah sebagai berikut:
Biasanya disertai dengan mimpi aktif
Lebih sulit dibangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM.
Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukkan inhibisi kuat proyeksi spinal atas system pengaktivasi retikularis
Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur
                                                                                                                                                             Pada otot perifer , terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur.
Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan irregular, tekanan darah meningkat atau berfluktuasi, sekresi gaster menigkat, dan metabolisme meningkat.
Tidur ini penting untuk keseimbangan mental, emosi, juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi
6   Fungsi dan tujuan tidur
        Fungsi dan tujuan tidur masih belum di perbarui secara jelas. Meskipun demikian, tidur diduga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Selain itu, stress pada paru-paru, system kardiovaskuler, endokrin, dan lain-lainnya menurun aktifitasnya. Energy yang tersimpan selama tidur diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting. Secara umum terdapat dua efek fisiolegis tidur, pertama efek pada system syaraf yang diperkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara berbagai susunan syaraf. Kedua, efek pada struktur tubuh yang dapat memulihkan kesegaran dan fungsi organ dalam tubuh, karena selaa tidur telah terjadi penurunan aktifitas organ dalam tubuh, karena selama tidur telah terjadi penurunan aktifitas organ-organ tubuh tersebut.
7   Faktor-faktor yang mempengaruhi tidur
        Kwalitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh beberapa factor. Kualitas tersebut dapat menunjukkan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memeperoleh jumlah istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini merupakan factor yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan tidur, antara lain :
  • Penyakit
      Sakit dapat mempengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak penyakit yang dapat memperbesar kebutuhan tidur, seperti penyakit yang disebabkan
oleh inveksi, terutama inveksi limpa. Inveksi limpa berkaitan dengan keletihan, sehingga penderitaannya membutuhkan lebih banyak waktu tidur untuk mengatasinya. Banyak juga keadaan sakit yang menjadikan pasien kurang tidur, bahkan tidak bisa tidur.
  • Latihan dan kelelahan
      Keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur untuk menjaga keseimbangan energy yang telah dikeluarkan. Hal tersebut terlihat pada seseorang yang telah melakukan aktifitas dan mencapai kelelahan. Dengan demikian, orang tersebut akan lebih  cepat untuk dapat tidur karena tahap tidur gelombang lambatnya (NREM) deperpendek.
  • Stress psikologis
      Kondisi stress psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa. Seseorang yang memiliki masalah psikologis akan mengalami kegelisahan sehingga sulit untuk tidur.
  • Obat
     Obat dapat juga mempengaruhi proses tidur. Beberapa jenis obat yang mempengaruhi proses tidur, seperti jenis golongan obat diuretic yang dapat menyebabkan insomnia; antidepresan yang dapat menekan REM; kafein yang dapat meningkatkan syaraf simpatis sehingga enyebabkan kesulitan untuk tidur ; golongan beta bloker dapat berefek pada timbulnya insomnia; dan golongan narkotik dapat menekan REM sehingga mudah mengantuk
  • Nutrisi
      Terpenuhnya kebutuhan nutrisi dapat mempercepat proses tidur konsumsi protein yang tinggi dapat menyebabkan individu tersebut akan mepercepat proses terjadinya tidur Karena dihasilkan triptofan. Triptofan merupakan asam amino hasil perncernaan protein yang dapat membantu kemudahan dalam tidur. Demikian sebaliknya, kebutuhan gizi yang kurang dapat juga mepengaruhi proses tidur, bahkan terkadang sulit untuk tidur
mempercepat proses terjadinya tidur. Sebaliknya, lingkungan yang tidak aman dan nyaman bagi seseorang dapat menyebabkan hilangnya ketenangan sehingga mepengaruhi proses tidur.
  •                                                                                                                                                               Motivasi
        Motivasi merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk tidur, sehingga dapat mempengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya keinginan dapat mempengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya keinginan untuk tidak dapat menimbulkan gangguan proses tidur
8   Gangguan/Masalah kebutuhan tidur
Insomnia
  •        Insomnia merupakan suatu keadaan yang menyebabkan individu tadak mampu mendapatkan tidur yang adekuat,baik secara kualitas maupun kuantitas,sehingga individu tersebut hanya tidur sebebtar atau susah tidur.Insomnia terbagi manjadi tiga jenis yaitu inisial insomnia,intermiten insomnia dan termmional insomnia.Inisial insomnia merupakan ketidak mampuan individu untuk jatuh tidur atau mengawali tidur.intermiten insomnia merupakan ketidak mampuan tetap tidur karena selalu yerbangun pada malam hari.sedangkan terminal insomnia merupakan ketidakmmpuan untuk tidur kembali setelah bangun tidur pada malam hari.Proses gangguan tidur ini kemampuan besar disabkan adanya rasa khawatir dan tekana jiwa.
  • Hipersomnia
        Hipersomnia merupakan gangguan tidur dengan criteria tidur berlebihan.Pada umumnya,lebih dari Sembilan jam pada malam hari,yang disebabkan oleh kemungkinan adanya masalah psikologi,depresan,kecemasan gangguan susunan saraf pusat,ginjal,hati dan gangguan metabolisme.
Parasomnia
  •         Parasomnia merupakan kumpulan beberapa penyakit yang dapat mengganggu pola tidur.Misalnya,somnambulisme(berjalan-jalan dalam tidur)yang banyak terjadi pada anak-anak,Iyaitu pada tahap III dan IV dari tidur NREM.Somnambulisme ini dapat menyebabkan cedera.
  •   Enuresis
       Enuresis merupakan buang air kecil yang tidak disengaja pada waktu tidur atau disebut juga dengan istilah mengompol.Enuresis ada dua macam yaitu enuresis nokturnal dan enuresis diurnal.Enuresis nocturnal merupakan mengompol pada waktu tidur.Enuresis nokturnal  terjadi sebagai gangguan tidur NREM.Sedangkan enuresis diurnal merupakan mengompul pada saat bangun tidur.
  • Apnea tidur dan mendengkur
        Pada umumnya,mendengkur tidak termasuk gangguan dalam tidur,tetapi mendengkur yang disertai dengan keadaan apnea dapat menjadi masalah.Terjadinya apnea dapat mengaacaukan saat bernapas bahakan bisa menyebabkan henti napas.Apabila kondisi ini berlangsung lama,maka dapat menyebabkan kadar oksigan dalam darah dapat menurun dan denyut nadi menjadi tidak teratur.
  •  Narkolepsi 
        Narkolepsi merupakan  keadaan tidur yang tidak dapat dikendalikan,seperti saat seseorang tidur dalam keadaan berdiri,mengemudikan,atau ditengah suatu pembicaran hal ini merupakan gangguan neurologis
  • Mengigau
        Mengigau merupakan gangguan tidur bila terjadi terlalu sering dan diluar kebiasaan menyebabkan kualitas dan kebutuhan tidur berkurang sehingga dapat mengganggu fungsi organ dalam tubuh(perbaikan sel) dan dapat mudah menyebabkan masalah dalam psikologis.
  • Gangguan pola tidur secara umum
        Suatu keadaan ketika individu mengalami atau mempunyai risiko perubahan jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan(Carpenito 1995).Gangguan ini terlihat pada pasien menunjukkan perasaan lelah,mudah terangsang dan gelisah,konjungtiva merah,mata perih dan perhatian terpecah-pecah.Penyebabkan adanya kerusakantranspor oksigen,gangguan metabolisme,takut operasi dan terganggu oleh kawn sekamar.


























Tidak ada komentar:

Posting Komentar