Istirahat merupakan keadaan yang relaks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan hanya dalam keadaan tidak beraktifitas, melainkan juga berhenti sejenak. Kondisi tersebut membutuhkan ketenagaan. Kata istirahat berarti menyegarkan diri atau diam setelah melakukan kerja keras , suatu keadaan untuk melepaskan diri dari segala hal yang membosankan, menyulitkan, bahkan menjengkelkan(Musrifatul uliyah dan Aziz alimul hidayat dalam buku KDPK:Salemba medika). Karakteristik istirahat
Terdapat beberapa karasterist ikistirahat. pada tahun 1967, narrow mengemukakan enam karasteristik yang berhubungan dengan istirahat dengan istirahat (dalam potter dan perry 1997).
Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi
Merasa diterima
Mengetahui apa yang sedang terjadi
Bebas dari gangguan ketidaknyamanan
Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktifitas yang mempunyai tujuan
Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan3 Pengertian tidur
Tidur merupakan suatu kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensorik yang sesuai (Guyton 1986). Dengan perkataan lain, tidur merupakan suatu
keadaan tidak sadarkan diri yang relative bukan hanya keadaan penuh ketenagaan tanpa kegiatan, tetapi lebih kepada suatu urutan siklus yang berulang. Tidur memiliki kesadaran yang bervariasi, terdapatnya perubahan perubahan fisiologis, dan terjadinya penurunan respons terhadap rangsangan dari luar.
Kebutuhan tidur pada manusia bergantung pada tingkat perkebangan. Tabel berikut ini merangkum kebutuhan tidur manusia berdasarkan usia.
Table kebutuhan tidur manusia.
Umur Tingkat perkembangan Jumlah kebutuhan tidur
Bulan bayi baru lahir 14-18 jam/hari
1-18 bulan Masa bayi 12-14 jam/hari
18 bulan-3 tahun Masa anak 11-12 jam/hari
3-6 tahun Masa prasekolah 11 jam/hari
6-12 tahun Masa sekolah 10 jam/hari
12-18 tahun Masa remaja 8,5 jam/hari
18-40 tahun masa dewasa 7-8 jam/hari
40-60 tahun Masa muda paruh baya 7 jam/hari
60 tahun ke atas Masa dewasa tua 6 jam/hari
4 Fisiologi Tidur
Fisiologi tidur merupakan pengaturan kegiatan tidur yang melibatkan hubungan mekanisme serebral secra bergantian agar mengaktifkan dan menekan pusat otak untuk dapat tidur dan bangun. Salah satu aktifitas tidur ini diatur olwh system pengaktivasi retikulris. System tersebut mengatur seluruh tingkatan kegiatan susunan syaraf pusat, termasuk pengaturan kewaspadaan dan tidur. Pusat pengaturan aktifitas kewaspadaan dan tidur terletak dalam mesensefalon dan bagian atas pons. Dalam keadaan sadar, neuron dalam reticular activating system (RAS) akan melepaskan katekolamin seperti neropineprin. Selain itu, RAS juga dapat menerima stimulasi dari korteks serebri termasuk rangsangan emosi dan proses piker. Pada saat tidur,terdapat
pelepasan serum serotonin dari sel khusus yang berada di pons dan batang otak tengah, yaitu bulbar synchronizing regional (BSR). Sedangkan saat bangun bergantung dari keseimbangan implus yang diterima dipusat otak dan system limbik. Dengan demikian, system pada batang otak yang mengatur siklus atau perubahan dalam tidur adalah RAS dan BSR.
5 Jenis-jenis tidur
Berdasarkan prosesnya, terdapat dua jenis tidur.pertama,jenis tidur yang disebabkan oleh menurunnya kegiatan didalam system pengaktivasi retikularis. Jenis tidur tersebut dengan tidur gelombang lambat karena gelombang otaknya sangat lambat, atau disebut tidur nonrapid eye movement (NREM). Kedua jenis tidur tersebut yang disebabkan oleh penyaluran isyarat-isyarat abnormal dari dalam otak, meskipun kegiatan otak mungkin tidak tertekan secara berarti. Jenis tidur yang kedua disebut dengan jenis tidur paradox atau tidur rapid eyem ovement (REM)
Tidur gelombang lambat (slow wave sleep)/nonrapid eye movement (NREM).
Jenis tidur ini dikenal dengan tidur yang dalam,istirahat penuh, dengan gelombang otak yang lebih lambat, atau juga dikenal dengan tidur tidur nyenyak.
Cirri-ciri tidur nyenyak adalah menyegarkan, tanpa impi, atau tidur dengan gelombang delta. Cirri lainnya adalah individu berada dalam keadaan istirahat penuh, tekanan darah menurun, frekuensi nafas menurun, pergerakan bola mata melambat, impi berkurang, dn metabolism turun.
Perubahan selama proses NREM tampak melalui elektroensefalografi dengan memperlihatkan gelombang otak berada pada setiap tahap tidur NREM. Tahap tersebut, yaitu: kewaspadaan penuh dengan gelombang beta yang berfrekuensi tinggi dan bervoltase penuh dengan gelombang beta diperlihatkan pada gelombang alfa kejenis beta atau delta yang bervoltase rendah dan tidur nyenyak gelombang lambat dengan gelobang delta bervoltase tinggi dan berkecepatan 1-2 per detik
Tahapan jenis tidur NREM
Tahap I
Tahap ini adalah tahap transisi antara bangun dan tidur dengan cirri sebagai berikut : rileks, masih sadar dengan lingkungan , merasa mengantuk, bola mata bergerak dari samping ke samping, frekuensi nadi dan napas sedikit menurun, serta dapat bangun sgera selaa tahap ini berlangusng sekitar 5 menit.
Tahap II
Tahap II merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun dengan ciri sebgai berikut : mata pada umumnya menetap, denyut jantung dan frekuensi napas menurun, temperature tubuh menurun, serta berlangsung pendek dan berakhir 10-15 menit.
Tahap III
Tahap inimerupakan tahap tidur dengan cirri denyut nadi, frekuensi napas, dan proses tubuh lainnya lambat. Hal ini disebabkan oleh adanya dominasi sistem syaraf parasimpatis sehingga sulit untuk bangun.
Tahap VI
Tahap ini merupakan tahap tidur dalam dengan ciri kecepatan jantung dan pernapasan turun, jarang bergerak,sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung menurun, dan tonus otot menurun
Tidur paradox / tidur rapid eye ovement (REM)
Tidur jenis ini dapat berlangsung pada tidur malam yang terjadi selama 5-20 menit, rata-rata timbul 90 menit. Periode pertama terjadi selama 80-100 menit. Namun apabila kondisi orang sangat lelah, maka aal tidur sangat cepat bahkan jenis tidur ini tidak ada. Cirri tidur REM adalah sebagai berikut:
Biasanya disertai dengan mimpi aktif
Lebih sulit dibangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM.
Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukkan inhibisi kuat proyeksi spinal atas system pengaktivasi retikularis
Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur
Pada otot perifer , terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur.
Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan irregular, tekanan darah meningkat atau berfluktuasi, sekresi gaster menigkat, dan metabolisme meningkat.
Tidur ini penting untuk keseimbangan mental, emosi, juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi
6 Fungsi dan tujuan tidur
Fungsi dan tujuan tidur masih belum di perbarui secara jelas. Meskipun demikian, tidur diduga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Selain itu, stress pada paru-paru, system kardiovaskuler, endokrin, dan lain-lainnya menurun aktifitasnya. Energy yang tersimpan selama tidur diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting. Secara umum terdapat dua efek fisiolegis tidur, pertama efek pada system syaraf yang diperkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara berbagai susunan syaraf. Kedua, efek pada struktur tubuh yang dapat memulihkan kesegaran dan fungsi organ dalam tubuh, karena selaa tidur telah terjadi penurunan aktifitas organ dalam tubuh, karena selama tidur telah terjadi penurunan aktifitas organ-organ tubuh tersebut.
7 Faktor-faktor yang mempengaruhi tidur
Kwalitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh beberapa factor. Kualitas tersebut dapat menunjukkan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memeperoleh jumlah istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini merupakan factor yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan tidur, antara lain :
- Penyakit
oleh inveksi, terutama inveksi limpa. Inveksi limpa berkaitan dengan keletihan, sehingga penderitaannya membutuhkan lebih banyak waktu tidur untuk mengatasinya. Banyak juga keadaan sakit yang menjadikan pasien kurang tidur, bahkan tidak bisa tidur.
- Latihan dan kelelahan
- Stress psikologis
- Obat
- Nutrisi
mempercepat proses terjadinya tidur. Sebaliknya, lingkungan yang tidak aman dan nyaman bagi seseorang dapat menyebabkan hilangnya ketenangan sehingga mepengaruhi proses tidur.
- Motivasi
8 Gangguan/Masalah kebutuhan tidur
Insomnia
- Insomnia merupakan suatu keadaan yang menyebabkan individu tadak mampu mendapatkan tidur yang adekuat,baik secara kualitas maupun kuantitas,sehingga individu tersebut hanya tidur sebebtar atau susah tidur.Insomnia terbagi manjadi tiga jenis yaitu inisial insomnia,intermiten insomnia dan termmional insomnia.Inisial insomnia merupakan ketidak mampuan individu untuk jatuh tidur atau mengawali tidur.intermiten insomnia merupakan ketidak mampuan tetap tidur karena selalu yerbangun pada malam hari.sedangkan terminal insomnia merupakan ketidakmmpuan untuk tidur kembali setelah bangun tidur pada malam hari.Proses gangguan tidur ini kemampuan besar disabkan adanya rasa khawatir dan tekana jiwa.
- Hipersomnia
Parasomnia
- Parasomnia merupakan kumpulan beberapa penyakit yang dapat mengganggu pola tidur.Misalnya,somnambulisme(berjalan-jalan dalam tidur)yang banyak terjadi pada anak-anak,Iyaitu pada tahap III dan IV dari tidur NREM.Somnambulisme ini dapat menyebabkan cedera.
- Enuresis
- Apnea tidur dan mendengkur
- Narkolepsi
- Mengigau
- Gangguan pola tidur secara umum